PENGARUH TERAPI KOMBINASI RELAKSASI GENGGAM JARI DAN AROMA THERAPI MAWAR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DIHEMODIALISIS RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ROYAL PRIMA MEDAN TAHUN 2025

Penulis

  • Ade Nola Kurniawan Harefa Universitas Prima Indonesia
  • Fandi Trisman Erwin Waruwu Universitas Prima Indonesia
  • Derlinawati Ndruru Universitas Prima Indonesia
  • Nibesti Laia Universitas Prima Indonesia
  • Raihana Shafha Amirah Universitas Prima Indonesia
  • Eva Latifah Nurhayati Universitas Prima Indonesia
  • Trionyta Debora Universitas Prima Indonesia
  • Intan Mutia Rahmi Universitas Prima Indonesia

Kata Kunci:

Relaksasi Genggam Jari, Aromaterapi Mawar, Gagal Ginjal Kronis

Abstrak

Kecemasan yang berasal dari ketergantungan mesin,perubahan fisik,dan stres psikologis yang terus-menerus umum terjadi pada pasien hemodialisis dengan gagal ginjal kronis.Hilangnya kendali atas lingkungan dan kesejahteraan secara keseluruhan dapat terjadi akibat kecemasan yang tidak ditangani.Ada sejumlah intervensi non-farmakologis yang telah terbukti dapat meredakan kecemasan,termasuk aromaterapi dengan kelopak mawar dan terapi relaksasi genggam jari.Penelitian ini bertujuan utama untuk menganalisis dan menguji pengaruh terapi kombinasi antara teknik relaksasi genggam jari dan pemberian aromaterapi mawar terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien yang menderita Gagal Ginjal Kronis dan sedang menjalani tindakan hemodialisis.Lokasi penelitian dilakukan di RSU Royal Prima Medan pada tahun 2025.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental,yaitu model One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari empat puluh responden yang merupakan pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSU Royal Prima Medan,dan dipilih melalui teknik Accidental Sampling. Tingkat kecemasan responden diukur menggunakan instrumen baku,yaitu kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Tingkat signifikan digunakan dalam analisis data dengan menerapkan Uji Wilcoxon Signed Rank.Sebagian besar peserta (50,0%) mengungkapkan tingkat kecemasan yang sedang sebelum terapi dilaksanakan.Setelah terapi gabungan,terlihat penurunan jumlah kecemasan parah menjadi 15,0% dan panik menjadi 5,0%,sedangkan pasien yang melaporkan tidak merasakan kecemasan sama sekali meningkat menjadi 14 (35,0%).Analisis statistik membuktikan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat kecemasan pasien setelah mereka menerima terapi dibandingkan dengan kondisi awal.Bukti ini disajikan melalui hasil Uji Wilcoxon dengan nilai Z-4,732.Pasien Gagal Ginjal Kronis yang mendapatkan terapi hemodialisis di RSU Royal Prima Medan mengalami penurunan kecemasan setelah menerapkan teknik relaksasi genggaman jari bersama dengan aromaterapi mawar.

Anxieties stemming from machine dependence, physical changes, and persistent psychological stress are common among hemodialysis patients with chronic kidney failure. Loss of control over one's environment and overall well-being can result from untreated anxiety.There are a number of Non-pharmacological interventions such as rose petal aromatherapy and finger-held relaxation therapy have been demonstrated to alleviate anxiety. Consequently,the primary objective of this research is to identify the extent of anxiety among patients undergoing hemodialysis due to Chronic Kidney Disease at RSU Royal Prima Medan in 2025 as a result of a combination therapy that includes both finger grip relaxation and rose aromatherapy.This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically utilizing the One-Group Pretest-Posttest Design. Forty participants were selected from the population of individuals with Chronic Kidney Disease undergoing hemodialysis at RSU Royal Prima Medan, using the Accidental Sampling method. The Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire was utilized as the primary instrument for measuring anxiety levels. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test, applying a significance level of the majority of the participants (50.0%) reported moderate anxiety prior to therapy. Following combination therapy, there was a reduction in severe anxiety to 15.0% and panic to 5.0%, while the number of patients reporting no anxiety at all rose to 14 (35.0%). There is a notable distinction between anxiety levels prior to and following therapy, as evidenced by the Wilcoxon test results,the statistical analysis yielded a Z-value of -4.732 and a p-value.This finding was derived from data collected from patients with Chronic Kidney Disease who were undergoing hemodialysis at RSU Royal Prima Medan report less anxiety after combining finger grip relaxation with rose aromatherapy.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-14