PENGARUH MOTIVASI KELUARGA TERHADAP EFIKASI DIRI (SELF EFFICACY) PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUANGAN HD RSU ROYAL PRIMA TAHUN 2025

Penulis

  • Hepiman Laia Pui Paliative Care Universitas Prima Indonesia
  • Cintya Engela Pui Paliative Care Universitas Prima Indonesia
  • Nur Azizah Pui Paliative Care Universitas Prima Indonesia
  • Alysa Putri Br Sitepu Pui Paliative Care Universitas Prima Indonesia
  • Nita Lestari Panggabean Pui Paliative Care Universitas Prima Indonesia
  • Evalatifah Nurhayati Pui Paliative Care Universitas Prima Indonesia
  • Patimah Sari Siregar Pui Paliative Care Universitas Prima Indonesia

Kata Kunci:

Gagal Ginjal Kronik, Motivasi Keluarga, Efikasi Diri

Abstrak

Penyakit ginjal kronis, suatu masalah fungsi ginjal yang persisten dan ireversibel, menyebabkan uremia dengan mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit, serta proses tubuh lainnya. Dialisis atau transplantasi ginjal mungkin diperlukan di masa mendatang karena penurunan fungsi ginjal yang drastis. Penyebab paling umum penyakit ginjal kronis adalah diabetes, penyakit autoimun, dan glomerulonefritis. Dalam hal manajemen perawatan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan anggota keluarga yang sakit, dukungan dan motivasi keluarga merupakan komponen penting. Anggota keluarga dapat berperan aktif dengan mempelajari lebih lanjut tentang kondisi kesehatan, belajar mengelola diri sendiri, dan menyelesaikan masalah individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati pasien hemodialisis di Rumah Sakit Umum Royal Prima yang menderita gagal ginjal kronis dan ingin mengetahui bagaimana motivasi keluarga memengaruhi efikasi diri mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan tidak mencakup prosedur eksperimental apa pun. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 49,1% peserta telah menjalani hemodialisis selama 6 bulan hingga 1 tahun, sedangkan 40% telah menjalaninya selama lebih dari 1 tahun, dan 10,9% telah menjalaninya kurang dari 6 bulan. Mayoritas pasien menerima hemodialisis dua kali, menurut temuan frekuensi hemodialisis: 51 responden, atau 92,7%. Hubungan signifikan antara motivasi keluarga dan efikasi diri pasien ditemukan dalam temuan uji chi-square, dengan angka p 0,000<(0,05). Akhirnya, besarnya motivasi keluarga memiliki dampak langsung pada keyakinan pasien terhadap kemampuan mereka sendiri untuk mengelola penyakit mereka, dan kehadiran dukungan psikososial di lingkungan terdekat pasien memainkan peran penting dalam kapasitas dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan medis.

A persistent and irreversible kidney function issue, chronic kidney disease causes uremia by interfering with the body's capacity to regulate metabolism, fluid and electrolyte balance, and other bodily processes. Dialysis or a kidney transplant may be necessary in the future due to the drastic reduction in kidney function. The most common reasons for chronic kidney disease are diabetes, autoimmune diseases, and glomerulonephritis. When it comes to healthcare management and increasing the well-being of ill family members, family support and motivation are essential components. Family members may play an active part by learning more about the health condition, learning to self-manage, and solving individual concerns. The goal of this study is to look at the hemodialysis patients at Royal Prima General Hospital who have chronic kidney failure and want to know how family motivation affects their self-efficacy. This research employs a quantitative approach and does not include any experimental procedures. The study's findings reveal that 49.1% of the participants have been on hemodialysis for 6 months to 1 year, while 40% have been on it for more than 1 year, and 10.9% have been on it for less than 6 months. The majority of patients received hemodialysis twice, according to the findings of the frequency of hemodialysis: 51 respondents, or 92.7%. A significant association between family motivation and patient self-efficacy was found in the chi-square test findings, with a p-value of 0.000<(0.05). Finally, the amount of family motivation has a direct impact on the patient's belief in their own ability to manage their illness, and the presence of psychosocial support in the patient's immediate environment plays a significant role in the patient's capacity and adherence to medical treatment.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-16