OPTIMALISASI PELAYANAN KB MELALUI PENYULUHAN PEMAHAMAN PEMASANGAN DAN PENCABUTAN AKBK YANG AMAN DAN EFEKTIF

Penulis

  • Tasya Dwi Indriani Institut Kesehatan Rajawali
  • Intan Karlina Institut Kesehatan Rajawali
  • Fita Kholima Institut Kesehatan Rajawali
  • Alivia Diandra Institut Kesehatan Rajawali
  • Anisa Nurvita Institut Kesehatan Rajawali
  • Devi Setya Wati Manurung Institut Kesehatan Rajawali
  • Silvi Institut Kesehatan Rajawali
  • Sipa Fauziyah Institut Kesehatan Rajawali
  • Syaira Ananda Institut Kesehatan Rajawali
  • Alvi Nurrostiana Bahtiar Institut Kesehatan Rajawali
  • Amelia Riyani Institut Kesehatan Rajawali
  • Fitri Herliani Institut Kesehatan Rajawali
  • Siti Nurajijah Institut Kesehatan Rajawali
  • Firda Amalia Institut Kesehatan Rajawali

Kata Kunci:

AKBK, Implan, Pengetahuan, Wanita Usia Subur

Abstrak

Latar Belakang : Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi utama dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Meskipun Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) atau implan memiliki efektivitas tinggi, pemanfaatannya masih rendah karena keterbatasan pengetahuan dan maraknya mitos di masyarakat. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) mengenai AKBK, meluruskan mitos negatif, serta meningkatkan minat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).  Metode : Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Teratai RW 11 wilayah Puskesmas Cimahi Utara pada 6 Desember 2025 dengan melibatkan 21 WUS. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi, dan pembagian leaflet, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil : Mayoritas peserta berusia 31–40 tahun (71,43%) dengan pendidikan terakhir SMA (42,86%). Sebelum penyuluhan, pengetahuan peserta didominasi kategori “cukup” (47,62%), namun setelah penyuluhan meningkat secara signifikan menjadi kategori “baik” (80,95%). Selain itu, terjadi perubahan sikap peserta menjadi lebih terbuka terhadap penggunaan implan. Kesimpulan : Penyuluhan kesehatan yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan minat WUS terhadap penggunaan AKBK.

Introduction: The Family Planning (KB) program is a key strategy for controlling population growth and supporting the Sustainable Development Goals (SDGs). Despite the high effectiveness of Under-the-Skin Contraceptives (AKBK/Implant), their utilization remains low due to limited knowledge and prevalent myths in society. Objective: This Community Service (PkM) activity aims to increase the knowledge of women of childbearing age (WUS) regarding AKBK, correct negative myths, and increase interest in using Long-Term Contraceptive Methods (MKJP). Methods: The activity was held at Posyandu Teratai RW 11, under the Cimahi Utara Health Center, on December 6, 2025, involving 21 WUS. The methods used were interactive lectures, discussions, and the distribution of leaflets, with evaluation through pre-test and post-test. Results: The majority of participants were aged 31–40 years (71.43%) with high school education (42.86%). Before the counseling, participants’ knowledge was dominated by the “sufficient” category (47.62%), but after the counseling, it significantly increased to the “good” category (80.95%). Furthermore, there was a shift in participants’ attitudes toward being more open to using implants. Conclusion: Structured and interactive health counseling is effective in improving reproductive health literacy and the interest of WUS in using AKBK.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-05