HUBUNGAN ANTARA DURASI HEMODIALISIS DAN BONE MINERAL DISEASE BERDASARKAN PARAMETER BIOKIMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RSUP ADAM MALIK MEDAN
Kata Kunci:
Penyakit Ginjal Kronis, Durasi Hemodialisis, Kalsium, Fosfat, CKD-MBDAbstrak
Pendahuluan: Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis (PGK) ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif. Hemodialisis umum digunakan sebagai terapi pengganti ginjal pada pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir. Chronic kidney disease–mineral and bone disorder (CKD-MBD) sering terjadi akibat kelainan metabolisme kalsium dan fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara durasi hemodialisis dan bone mineral disease yang dinilai melalui kadar kalsium dan fosfat serum pada pasien PGK di Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan. Metode: Penelitian analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 62 pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin dan direkrut menggunakan metode consecutive sampling. Data demografi dan laboratorium diperoleh dari rekam medis pasien. Kadar kalsium dan fosfat serum dianalisis sebagai indikator metabolisme mineral. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS versi 24.0 dengan uji t independen atau uji Mann–Whitney U, dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil: Dari 62 pasien, 42 adalah laki-laki (67,7%) dan 20 perempuan (32,3%) dengan rata-rata usia 48 tahun. Sebanyak 38 pasien (61,3%) menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun dan 24 pasien (38,7%) kurang dari satu tahun. Durasi hemodialisis berhubungan dengan kadar fosfat serum (7,4 vs 6,25 mg/dL; p=0,002) dan kalsium (8,54 vs 8,32 mg/dL; p=0,003). Kesimpulan: Durasi hemodialisis berhubungan secara signifikan dengan kadar kalsium dan fosfat serum pada pasien PGK.
Introduction: Chronic kidney disease (CKD) is characterized by progressive loss of kidney function. Hemodialysis is commonly used for patients with end-stage renal disease. Chronic kidney disease–mineral and bone disorder (CKD-MBD) frequently occurs due to abnormalities in calcium and phosphate metabolism. This study evaluated the association between hemodialysis duration and bone mineral disease assessed using serum calcium and phosphate levels in CKD patients at Adam Malik General Hospital Medan. Methods: This analytical cross-sectional study included 62 CKD patients undergoing routine hemodialysis recruited using consecutive sampling. Demographic and laboratory data were obtained from medical records. Serum calcium and phosphate levels were analyzed as indicators of mineral metabolism. Statistical analysis was performed using SPSS version 24.0 with the independent t-test or Mann–Whitney U test and p<0.05 considered significant. Results: Of 62 patients, 42 were male (67.7%) and 20 female (32.3%) with a mean age of 48 years. Thirty-eight patients (61.3%) had hemodialysis >1 year and 24 (38.7%) <1 year. Hemodialysis duration was associated with serum phosphate (7.4 vs 6.25 mg/dL; p=0.002) and calcium (8.54 vs 8.32 mg/dL; p=0.003). Conclusion: Hemodialysis duration is significantly associated with serum calcium and phosphate levels in CKD patients.




