PENGARUH DEPRESI DAN STRESS AKADEMIK TERHADAP IDE BUNUH DIRI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS PSIKOLOGI DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Kata Kunci:
Depresi Akademik, Stress Akademik, Ide Bunuh Diri, Mahasiswa Tingkat AkhirAbstrak
Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tekanan akademik yang meningkat pada fase penyelesaian studi, yang dapat berdampak pada kondisi psikologis dan berpotensi berkaitan dengan munculnya ide bunuh diri. Pengaruh antara faktor akademik dan ide bunuh diri pada mahasiswa masih menjadi isu yang perlu dianalisis secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara depresi akademik dan stress akademik dengan ide bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 75 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-report dan dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori depresi sedang (57,3%) dan stress akademik sedang (57,3%), sedangkan ide bunuh diri paling banyak berada pada kategori sedang (49,3%). Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara depresi akademik dengan ide bunuh diri (r = -0,697; p < 0,001) serta antara stress akademik dengan ide bunuh diri (r = -0,697; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan tingkat depresi dan stress akademik berhubungan secara bermakna dengan perubahan tingkat ide bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan intervensi preventif terhadap kesehatan mental mahasiswa guna menurunkan risiko munculnya ide bunuh diri.
Final-year students experience increased academic pressure during the completion of their studies, which may affect their psychological well-being and potentially be associated with suicidal ideation. The relationship between academic factors and suicidal ideation among university students remains an issue that requires empirical investigation. This study aimed to analyze the relationship between academic depression and academic stress with suicidal ideation among final-year students of the Faculty of Psychology, Universitas Negeri Malang. This research employed a quantitative cross-sectional design involving 75 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using self-report questionnaires and analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results indicated that the majority of respondents were in the moderate category for academic depression (57.3%) and academic stress (57.3%), while suicidal ideation was predominantly in the moderate category (49.3%). Correlation analysis revealed a significant and strong relationship between academic depression and suicidal ideation (r = -0.697; p < 0.001) as well as between academic stress and suicidal ideation (r = -0.697; p < 0.001). These findings indicate that changes in levels of academic depression and academic stress are significantly associated with changes in suicidal ideation among final-year students. Therefore, preventive mental health interventions are necessary to reduce the risk of suicidal ideation in university students.




