ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI RSUD DOLOK SANGGUL
Kata Kunci:
SIMRS, Kualitas Pelayanan, Rawat Jalan, Persepsi Pasien, Rumah SakitAbstrak
Kualitas pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan kepuasan dan persepsi pasien terhadap layanan yang diterima. Untuk menunjang efektifitas dan efesiensi pelayanan rumah sakit tersebut dibutuhkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SMIRS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan kualitas pelayanan rawat jalan berdasarkan persepsi pasien di RSUD Doloksanggul. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 sampai Februari 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan sebanyak 262 orang, dengan jumlah sampel 158 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur persepsi pasien terhadap penerapan SIMRS dan kualitas pelayanan rawat jalan. Penerapan SIMRS dinilai melalui indikator kemudahan pendaftaran, kecepatan pelayanan administrasi, kejelasan informasi, kelancaran alur pelayanan, dan waktu tunggu pelayanan. Sementara itu, kualitas pelayanan rawat jalan diukur berdasarkan dimensi reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menilai penerapan SIMRS di RSUD Doloksanggul berada dalam kategori baik. Selanjutnya, sebagian besar responden, yaitu 152 orang (96,2%), menilai kualitas pelayanan rawat jalan dalam kategori baik, sedangkan 6 orang (3,8%) menilai kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,002 (< 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,549, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan, positif, dan cukup kuat antara penerapan SIMRS dengan kualitas pelayanan rawat jalan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa semakin baik penerapan SIMRS, maka semakin baik pula kualitas pelayanan rawat jalan yang dirasakan pasien di RSUD Doloksanggul. Oleh karena itu perlunya rumah sakit melakukan optimalisasi SIMRS secara berkelanjutan agar kualitas pelayanan rawat jalan dapat semakin meningkat.
The quality of outpatient services is an important indicator in assessing the success of hospital services, as it is directly related to patient satisfaction and perceptions of the services received. To support the effectiveness and efficiency of hospital services, a Hospital Management Information System (HMIS) is required. This study aims to determine the relationship between the implementation of the Hospital Management Information System (HMIS) and the quality of outpatient services based on patient perceptions at RSUD Doloksanggul. This research employed a quantitative design with a descriptive correlational approach using a cross-sectional method conducted from August 2025 to February 2026. The population consisted of 262 outpatients, with a sample of 158 respondents selected using an accidental sampling technique. Data were collected using structured questionnaires measuring patient perceptions of HMIS implementation and the quality of outpatient services. HMIS implementation was assessed through indicators including ease of registration, speed of administrative services, clarity of information, smooth service flow, and waiting time. Meanwhile, outpatient service quality was measured based on the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Spearman rho correlation test. The results showed that all respondents (100%) assessed the implementation of HMIS at RSUD Doloksanggul as being in the good category. Furthermore, the majority of respondents, 152 individuals (96.2%), rated the quality of outpatient services as good, while 6 respondents (3.8%) rated it as less satisfactory. The bivariate analysis revealed a p-value of 0.002 (< 0.05) with a correlation coefficient of r = 0.549, indicating a significant, positive, and moderately strong relationship between HMIS implementation and the quality of outpatient services. The conclusion of this study is that the better the implementation of HMIS, the better the quality of outpatient services perceived by patients at RSUD Doloksanggul. Therefore, it is necessary for hospitals to continuously optimize the implementation of HMIS to further improve the quality of outpatient services.




