ANALISIS HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOLOKSANGGUL TAHUN 2026

Penulis

  • Tiar Lusiana Sihombing Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Kintoko Rochadi Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Frida Lina Tarigan Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Erwin Silitonga Universitas Sari Mutiara Indonesia

Kata Kunci:

Mutu Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien

Abstrak

Keberhasilan sebuah rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai dengan adanya hasil dari mutu pelayanan yang berkualitas. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pada pasien adalah kualitas pelayanan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dalam bentuk survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan Teknik random sampling dengan rumus slovin dimana dari 500 orang populasi, maka sampel penelitian sebanyak 83 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder, dengan instrumen berupa lembar kuesioner. Analisa data secara univariat, bivariat dengan chi-square test dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai P untuk variabel tangible (bukti fisik) = 0,004, reliability (kehandalan) = 0,000, responsiveness (ketanggapan) = 0,000, assurance (jaminan) = 0,013, emphaty (empati) = 0,046, efektivitas = 0,000, efisiensi = 0,001, aksesibilitas = 0,727 dan keamanan = 0,000. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien adalah keamanan dengan p-value = 0,001 dan nilai Exp (B) 37,217. Kesimpulannya ada hubungan tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), emphaty (empati), efektivitas, efisiensi dan keamanan dengan kepuasan pasien. Namun tidak ada hubungan aksesibilitas dengan kepuasan pasien. Diharapkan peningkatan kualitas mutu pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan pelatihan komunikasi terapeutik. Lakukan pelatihan rutin bagi perawat dan dokter mengenai active listening (mendengarkan aktif) dan komunikasi efektif agar pasien merasa didengar dan dipahami. Diharapkan pula rumah sakit dapatt memastikan setiap keluhan yang masuk didokumentasikan dan ada bukti tindak lanjut (PDSA - Plan, Do, Study, Act) untuk perbaikan mutu pelayanan menjadi lebih baik lagi.

The success of a hospital in performing its functions is reflected in the quality of its healthcare services. One of the key factors influencing patient satisfaction is the quality of service provided. This study aims to analyze the relationship between healthcare service quality and inpatient satisfaction at the Regional General Hospital (RSUD) Doloksanggul. This research employs a quantitative method in the form of an analytical survey with a cross-sectional approach. The sample was determined using random sampling with the Slovin formula, resulting in 83 respondents from a population of 500 patients. Data were collected through primary and secondary sources using structured questionnaires. Data analysis was conducted through twuvariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression) analyses. The results indicate that the p-values for the variables are as follows: tangibles (0.004), reliability (0.000), responsiveness (0.000), assurance (0.013), empathy (0.046). effectiveness (0.000), efficiency (0.001), accessibility (0.727), and safety (0.000). The most dominant factor associated with patient satisfaction is safety, with a p-value of 0.001 and an Exp(B) value of 37.217. The findings conclude that tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy, effectiveness, efficiency, and safety are significantly associated with patient satisfaction, whereas accessibility shows no significant relationship. It is recommended that improvements in healthcare service quality be carried out through therapeutic communication training. Regular training for nurses and doctors on active listening and effective communication is essential to ensure that patients feel heard and understood. Additionally, hospitals are encouraged to ensure that every complaint is properly documented and followed up with clear evidence using the PDSA (Plan. Do. Study. Act) cycle to continuously improve service quality.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30