HUBUNGAN PERILAKU KEBERSIHAN VULVA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR (MAHASISWI PRODI KEPERAWATAN SEMESTER 6) DI STIKES MAHARANI MALANG
Kata Kunci:
Perilaku Kebersihan Vulva, Keputihan, Wanita Usia SuburAbstrak
Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi pada wanita usia subur yang dapat dipengaruhi oleh perilaku kebersihan vulva, di mana kebiasaan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada area reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kebersihan vulva dengan kejadian keputihan pada mahasiswi Prodi Keperawatan Semester 6 di STIKes Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 108 mahasiswi dengan sampel 98 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner perilaku kebersihan vulva dan kuesioner kejadian keputihan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswi memiliki perilaku kebersihan vulva kategori baik dan tidak mengalami keputihan. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) dengan Odds Ratio (OR) = 11,229 sehingga menunjukkan adanya hubungan antara perilaku kebersihan vulva dengan kejadian keputihan pada mahasiswi Prodi Keperawatan Semester 6 di STIKes Maharani Malang. Mahasiswi dengan perilaku kebersihan vulva yang kurang optimal memiliki peluang lebih besar mengalami keputihan dibandingkan dengan mahasiswi yang memiliki perilaku kebersihan vulva lebih baik.
Vaginal discharge is one of the reproductive health problems among women of reproductive age and may be influenced by vulvar hygiene behavior. Inappropriate vulvar hygiene practices can increase the risk of reproductive tract disorders. This study aimed to determine the relationship between vulvar hygiene behavior and the occurrence of vaginal discharge among sixth-semester Nursing students at STIKes Maharani Malang. This study employed a quantitative correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 108 female students, with 98 respondents selected using a total sampling technique. Data were collected using a vulvar hygiene behavior questionnaire and a vaginal discharge questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most students had good vulvar hygiene behavior and did not experience vaginal discharge. The Chi-Square test yielded a p-value of < 0.000 and an Odds Ratio (OR) of 11.229, indicating a significant relationship between vulvar hygiene behavior and the occurrence of vaginal discharge among sixth-semester Nursing students at STIKes Maharani Malang. Students with less optimal vulvar hygiene behavior were more likely to experience vaginal discharge than those with better vulvar hygiene behavior.




