FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PEGAWAI PADA LINGKUNGAN KERJA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN TAPANULI SELATAN
Kata Kunci:
Kinerja Pegawai, Motivasi, Kemampuan, Dukungan, Lingkungan KerjaAbstrak
Banyaknya permasalahan yang ada di lapangan maka pegawai BNN diwajibkan memiliki kompetensi kerja dalam upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Setiap divisi yang ada harus malaksanakan tugasnya sebaik mungkin agar penyalahgunaan narkoba dapat diberantas. Seperti divisi P2M yang harus meningkatkan upaya sosialisai dan memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai dampak yang di timbulkan oleh penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai pada lingkungan kerja di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai BNNK Tapanuli Selatan sebanyak 31 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan (p=0,010), motivasi (p=0,006), dukungan (p=0,018), hubungan karyawan (p=0,024), dan keberadaan pekerjaan (p=0,003) dengan kinerja pegawai. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja pegawai adalah keberadaan pekerjaan dengan nilai OR sebesar 5,5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor internal dan eksternal memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pegawai, dengan faktor keberadaan pekerjaan sebagai faktor yang paling dominan. Disarankan kepada instansi untuk memperbaiki sistem pembagian kerja, meningkatkan motivasi, serta memberikan dukungan yang optimal kepada pegawai guna meningkatkan kinerja.
Due to the numerous problems in the field, BNN employees are required to possess work competencies in preventing and eradicating drug abuse and illicit trafficking (P4GN). Each division must carry out its duties to the best of its ability to eradicate drug abuse. For example, the P2M division must increase outreach efforts and provide understanding to all levels of society regarding the impacts of drug abuse. This study aims to determine factors related to employee performance in the workplace at the National Narcotics Agency (BNNK) in South Tapanuli Regency. This study used a quantitative analytical design using a cross-sectional approach. The population in this study was all 31 employees of the National Narcotics Agency (BNNK) in South Tapanuli, and the sampling technique used total sampling. Data collection was conducted using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis using the Chi-Square test, and multivariate analysis using logistic regression. The results showed a significant relationship between ability (p=0.010), motivation (p=0.006), support (p=0.018), employee relations (p=0.024), and job availability (p=0.003) and employee performance. The most dominant factor influencing employee performance was job availability, with an OR of 5.5. The conclusion of this study is that both internal and external factors play a significant role in improving employee performance, with job availability being the most dominant factor. It is recommended that agencies improve their work distribution systems, increase motivation, and provide optimal support to employees to enhance performance.




