HUBUNGAN USIA, PARITAS, DAN OBESITAS DENGAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RSI SUNAN KUDUS
Kata Kunci:
Preeklamsia, Usia Ibu, Paritas, Obesitas, Ibu HamilAbstrak
Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Berbagai faktor risiko diduga berhubungan dengan kejadian preeklamsia, di antaranya usia ibu, paritas, dan obesitas. Identifikasi faktor-faktor tersebut diperlukan sebagai upaya pencegahan dan penatalaksanaan yang lebih efektif. Tujuan: Mengetahui hubungan usia, paritas, dan obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSI Sunan Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang menjalani pemeriksaan atau persalinan di RSI Sunan Kudus. Sampel diperoleh menggunakan teknik total sampling/purposive sampling (sesuaikan dengan penelitian). Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian preeklamsia (p < 0,05), terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian preeklamsia (p < 0,05), serta terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian preeklamsia (p < 0,05). Ibu hamil dengan usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun), primipara atau grandemultipara, serta obesitas memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami preeklamsia dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulan: Usia, paritas, dan obesitas berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSI Sunan Kudus. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan deteksi dini terhadap ibu hamil yang memiliki faktor risiko tersebut untuk menurunkan angka kejadian preeklamsia.
Background: Preeclampsia is one of the most common pregnancy complications and remains a major cause of maternal and fetal morbidity and mortality. Several risk factors, including maternal age, parity, and obesity, are associated with the occurrence of preeclampsia. Identifying these risk factors is essential for improving prevention and management strategies. Objective: To determine the relationship between maternal age, parity, and obesity with the incidence of preeclampsia among pregnant women at RSI Sunan Kudus. Methods: This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of pregnant women who received antenatal care or delivery services at RSI Sunan Kudus. Samples were selected using total sampling/purposive sampling (adjust according to the actual study). Data were collected from medical records and analyzed using the Chi-square test with a significance level of 95% (α = 0.05). Results: The results showed a significant relationship between maternal age and preeclampsia (p < 0.05), parity and preeclampsia (p < 0.05), and obesity and preeclampsia (p < 0.05). Pregnant women with high-risk maternal age (<20 years or >35 years), primiparity or grand multiparity, and obesity had a higher likelihood of developing preeclampsia than those without these risk factors. Conclusion: Maternal age, parity, and obesity are significantly associated with the incidence of preeclampsia among pregnant women at RSI Sunan Kudus. Early identification of pregnant women with these risk factors is recommended to reduce the incidence of preeclampsia.




