HUBUNGAN BERAT BADAN, RIWAYAT SC, HIPERTENSI, INTERVAL ANTAR KEHAMILAN DENGAN KPD DI RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS

Penulis

  • Friska Elyana Putri Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Noor Hidayah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Tri Suwarto Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Ketuban Pecah Dini, Berat Badan, Riwayat Sectio Caesarea, Hipertensi, Interval Antar Kehamilan

Abstrak

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat badan ibu, riwayat sectio caesarea (SC), hipertensi, dan interval antar kehamilan dengan kejadian KPD di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil dari data rekam medis ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara berat badan ibu, riwayat SC, hipertensi, dan interval antar kehamilan dengan kejadian KPD di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus (p<0,05). Disimpulkan bahwa faktor berat badan, riwayat sectio caesarea, hipertensi, dan interval antar kehamilan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian KPD, sehingga diperlukan deteksi dini dan pemantauan kehamilan secara optimal untuk menurunkan risiko terjadinya KPD.

Premature Rupture of Membranes (PROM) is one of the pregnancy complications that can increase the risk of maternal and neonatal morbidity and mortality. This study aimed to analyze the relationship between maternal body weight, history of cesarean section (CS), hypertension, and interpregnancy interval with the incidence of PROM at Dr. Loekmono Hadi Regional General Hospital, Kudus. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The samples were obtained from the medical records of postpartum mothers who met the inclusion criteria using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of 0.05. The results indicated that maternal body weight, history of cesarean section, hypertension, and interpregnancy interval were significantly associated with the incidence of PROM at Dr. Loekmono Hadi Regional General Hospital, Kudus (p<0.05). In conclusion, maternal body weight, history of cesarean section, hypertension, and interpregnancy interval are factors associated with the occurrence of PROM. Therefore, early detection and optimal antenatal monitoring are essential to reduce the risk of PROM.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30