HUBUNGAN GAYA HIDUP SEDENTARI DENGAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMAN 1 KOTA CIREBON

Penulis

  • Raehan Shafira Syaharani Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Ade Yusuf Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Ali Manfaluthi Ahmad Universitas Swadaya Gunung Jati

Kata Kunci:

Gaya hidup sedentari, Obesitas, Remaja, Aktivitas fisik, ASAQ

Abstrak

Latar Belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat prevalensinya, termasuk pada kelompok usia remaja. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap obesitas adalah gaya hidup sedentari, yakni aktivitas kurang gerak yang sering terjadi pada remaja akibat peningkatan screen time dan perubahan pola aktivitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup sedentari dengan obesitas pada remaja di SMAN 1 Kota Cirebon. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 178 siswa kelas XI pada bulan Juni tahun 2025, yang diambil menggunakan Teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner ASAQ (adolescent sedentary activity questionnaire) untuk menilai gaya hidup sedentaari dan pengukuran antropometri untuk menentukan status obesitas berdasarkan kurva CDC. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman.  Hasil: Analisis hubungan diperoleh nilai p value 0,002 (p <0,05) yang memiliki makna terdapat adanya hubungan gaya hidup sedentari dengan obesitas pada remaja di SMAN 1 Kota Cirebon. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sedentari dengan obesitas pada remaja. Semakin tinggi tingkat sedentari seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya obesitas.

Background: Obesity is a global health issue with steadily increasing prevalence, including among adolescent. One contributing factor is a sedentary lifestyle, characterized by prolonged periods of physical inactivity, often influenced by excessive screen time and reduced physical movement. Aim: This study aims to determine correlation between a sedentary lifestyle with obesity in adolescent at SMAN 1 Cirebon City. Methods: This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 178 eleventh-grade students in June 2025, were selected using simple random sampling. Data were collected through the ASAQ (Adolescent Sedentary Activity Questionnaire) to assess sedentary behavior and anthropometric measurements to determine obesity status based on CDC growth charts. Data analysis was conducted using the spearman correlation test. Result: The majority of respondents had a high level of sedentary lifestyle (51.7%) and an obesity prevalence of 17.4%. The Spearman test revealed a significant correlation between a sedentary lifestyle and obesity (p = 0.002; r = 0.234), indicating a weak but positive relationship. Conclusion: There is a significant correlation between sedentary lifestyle and obesity among adolescents. Higher levels of sedentary activity are associated with an increased risk of obesity.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30