HUBUNGAN ASUPAN GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI DESA PLATAR
Kata Kunci:
Asupan Gizi, Perkembangan Motorik Halus, Anak Usia 6–24 Bulan, Status GiziAbstrak
Asupan gizi yang adekuat pada masa awal kehidupan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan motorik halus. Kekurangan asupan gizi dapat menghambat perkembangan kemampuan motorik yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan gizi dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 6–24 bulan di Desa Platar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 6–24 bulan di Desa Platar, sedangkan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Data asupan gizi diperoleh melalui kuesioner atau wawancara menggunakan instrumen penilaian konsumsi makanan, sedangkan perkembangan motorik halus diukur menggunakan instrumen perkembangan anak yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan gizi dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 6–24 bulan (p < 0,05). Anak dengan asupan gizi yang baik cenderung memiliki perkembangan motorik halus yang lebih optimal dibandingkan anak dengan asupan gizi yang kurang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan asupan gizi yang optimal sangat penting untuk mendukung perkembangan motorik halus anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi gizi kepada orang tua agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara optimal.
Adequate nutritional intake during early childhood plays a crucial role in supporting children's growth and development, including fine motor development. Inadequate nutritional intake may hinder motor skill development and negatively affect children's overall growth. This study aimed to determine the relationship between nutritional intake and fine motor development among children aged 6–24 months in Platar Village. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all children aged 6–24 months in Platar Village, while the sample was selected using a purposive sampling technique based on predetermined inclusion criteria. Nutritional intake data were collected through questionnaires or interviews using a dietary assessment instrument, while fine motor development was assessed using a validated child development instrument. Data were analyzed using univariate analysis to describe respondents' characteristics and bivariate analysis with the Chi-Square or Spearman Rank test at a significance level of 95% (α = 0.05). The results indicated a significant relationship between nutritional intake and fine motor development among children aged 6–24 months (p < 0.05). Children with adequate nutritional intake tended to demonstrate better fine motor development than those with inadequate nutritional intake. This study concludes that optimal nutritional intake is essential for supporting fine motor development in young children. Therefore, improving parental nutrition education is necessary to ensure that children's nutritional needs are adequately fulfilled.




