HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BRAWIJAYA LAWANG

Penulis

  • Rindi Antika STIKes Maharani Malang
  • Mangsur M. Nur STIKes Maharani Malang

Kata Kunci:

Perilaku Caring Perawat, Kepuasan Pasien, Rawat Inap

Abstrak

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator utama mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Berdasarkan survei kepuasan di ruang rawat inap RS Brawijaya Lawang periode Januari–Maret 2026, tingkat kepuasan pasien baru mencapai ≥87%, belum memenuhi standar minimal Kepmenkes No. 129 Tahun 2008 sebesar ≥90%. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 32 responden yang merupakan pasien rawat inap, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner perilaku caring perawat (24 item) dan kuesioner kepuasan pasien (25 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai perilaku caring perawat dalam kategori cukup (50%), sementara tingkat kepuasan terbanyak berada pada kategori puas (46,9%) dan sangat puas (43,8%). Analisis bivariat menghasilkan nilai koefisien korelasi r = 0,637 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,01). Hal ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi kuat antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RS Brawijaya Lawang. Disimpulkan bahwa semakin baik perilaku caring perawat, semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan pasien. Diperlukan upaya peningkatan pembinaan serta evaluasi berkelanjutan oleh pihak rumah sakit terhadap penerapan perilaku caring perawat sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan keperawatan secara menyeluruh.

Patient satisfaction is one of the main indicators of the quality of nursing services in hospitals. Based on a satisfaction survey in the inpatient ward of Brawijaya Lawang Hospital for the period January–March 2026, the patient satisfaction level only reached ≥87%, which does not meet the minimum standard of ≥90% stipulated in the Minister of Health Decree No. 129 of 2008. The research design used was descriptive correlative with a cross-sectional approach. The sample consisted of 32 respondents who were inpatients, selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through a nurse caring behavior questionnaire (24 items) and a patient satisfaction questionnaire (25 items) that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Spearman's Rho correlation test. The results showed that the majority of respondents rated nurse caring behavior in the sufficient category (50%), while the highest levels of satisfaction were in the satisfied (46.9%) and very satisfied (43.8%) categories. Bivariate analysis produced a correlation coefficient value of r = 0.637 with a significance value of p = 0.000 (p < 0.01). This demonstrates a significant correlation between nurses' caring behavior and inpatient satisfaction at Brawijaya Lawang Hospital. It was concluded that the better the nurses' caring behavior, the higher the patient satisfaction. Continuous improvement efforts in guidance and evaluation by the hospital regarding the implementation of nurse caring behavior are needed as a strategy for enhancing the overall quality of nursing care services.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31