HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PENGENDALIAN GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA SEDARUM KABUPATEN PASURUAN
Kata Kunci:
Pola Makan, Pengendalian Gula Darah, Diabetes MelitusAbstrak
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Pola makan yang tidak sesuai dengan prinsip diet diabetes menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dengan pengendalian gula darah pada penderita diabetes melitus di Desa Sedarum Kabupaten Pasuruan.. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 45 penderita diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data pola makan diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data pengendalian gula darah diperoleh melalui pemeriksaan menggunakan glukometer. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar responden memiliki pola makan kurang baik sebanyak 23 orang (51,1%) dan hampir seluruh responden mengalami hiperglikemia sebanyak 43 orang (95,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,505, yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif antara pola makan dengan pengendalian gula darah. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pola makan sesuai prinsip 3J berperan dalam menjaga kestabilan kadar glukosa darah melalui pengaturan jadwal, jenis, dan jumlah makanan sehingga pengendalian gula darah menjadi lebih optimal. Semakin baik pola makan yang diterapkan, semakin baik pula pengendalian gula darah pada penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, edukasi mengenai pengaturan pola makan dan pemantauan gula darah secara berkala perlu terus ditingkatkan sebagai upaya mencegah komplikasi diabetes dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels resulting from impaired insulin secretion or action. Dietary habits that do not align with diabetes dietary principles are a factor influencing the success of blood sugar control. This study aimed to analyze the relationship between dietary habits and blood sugar control among patients with diabetes mellitus in Sedarum Village, Pasuruan Regency. A quantitative approach with a correlational analytic design and a cross-sectional method was employed. The study population and sample consisted of 45 diabetes mellitus patients selected using total sampling. Dietary data were collected via questionnaires, while blood sugar control data were obtained through glucometer measurements. Data analysis was performed using the Spearman Rank test at a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents (23 individuals or 51.1%) had poor dietary habits, and almost all respondents (43 individuals or 95.6%) experienced hyperglycemia. The Spearman Rank test yielded a p-value of 0.000 (<0.05) and a correlation coefficient (r) of 0.505, indicating a significant, positive relationship of moderate strength between dietary habits and blood sugar control. These findings demonstrate that adhering to the "3J" dietary principles—regulating the schedule, type, and amount of food—plays a role in maintaining stable blood glucose levels and optimizing blood sugar control. Better dietary habits are associated with better blood sugar control in diabetes mellitus patients. Therefore, education regarding dietary management and regular blood sugar monitoring must be continuously enhanced to prevent diabetes complications and improve patients' quality of life.




