PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN LIDAH BUAYA (ALOEVERA) TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUKESMAS II SUKOLILO KABUPATEN PATI
Kata Kunci:
Diabetes Melitus, Gula Darah, Lidah Buaya (Aloe Vera), Puskesmas II SukoliloAbstrak
Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin, di mana Kabupaten Pati mencatat prevalensi tinggi sebanyak 29.060 kasus pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan lidah buaya (Aloe vera) terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM di wilayah kerja Puskesmas II Sukolilo, Kabupaten Pati. Lidah buaya secara fitokimia mengandung zat aktif kromium, acemannan, dan serat glukomanan yang berfungsi meningkatkan sensitivitas reseptor insulin serta menghambat penyerapan glukosa di usus. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif eksperimen semu (Quasy Experiment) dengan rancangan Pre-test and Post-test with Control Group. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan glukometer untuk mengukur kadar glukosa darah. Kelompok intervensi diberikan air rebusan lidah buaya dosis 75 gram dalam 200 ml air selama 7hari . Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-Test atau uji Wilcoxon untuk melihat signifikansi perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian ini diharapkan membuktikan adanya penurunan kadar gula darah yang signifikan pada penderita DM (p < 0,05), sehingga rebusan lidah buaya dapat diimplementasikan sebagai terapi komplementer non-farmakologi yang efektif, ekonomis, dan aman bagi masyarakat di wilayah Sukolilo.
Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to insulin resistance, in which Pati Regency recorded a high prevalence of 29,060 cases in 2023. This study aims to analyze the effect of administering aloe vera decoction (Aloe vera) on reducing blood sugar levels in patients with DM in the working area of Sukolilo II Public Health Center, Pati Regency. Aloe vera phytochemically contains active substances such as chromium, acemannan, and glucomannan fiber, which function to increase insulin receptor sensitivity and inhibit glucose absorption in the intestine. This research design uses a quantitative quasi-experimental (Quasy Experiment) with a Pre-test and Post-test with Control Group design. The research sample was taken using purposive sampling technique, which was divided into an intervention group and a control group. The research instruments used were observation sheets and a glucometer to measure blood glucose levels. The intervention group was given aloe vera decoction at a dose of 75 grams in 200 ml of water for 7 days. Data analysis was carried out using the Paired T-Test or Wilcoxon statistical test to determine the significance of differences in blood sugar levels before and after the intervention. The results of this study are expected to prove a significant reduction in blood sugar levels in patients with DM (p < 0.05), so that aloe vera decoction can be implemented as an effective, economical, and safe non-pharmacological complementary therapy for the community in the Sukolilo area.




