HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSI NU DEMAK

Penulis

  • Anny Rosiana Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Edi Wibowo Suwandi Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Muhammad Agung Wibowo Irsa Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Diabetes Melitus, Tingkat Stres, Kadar Gula Darah, Pasien, Cross-Sectional

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RSI NU Demak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus yang menjalani perawatan atau kontrol di RSI NU Demak, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data tingkat stres diperoleh menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan data kadar gula darah diperoleh melalui pemeriksaan rekam medis atau hasil pemeriksaan laboratorium. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Pasien dengan tingkat stres yang lebih tinggi cenderung memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan tingkat stres yang lebih rendah. Dengan demikian, pengelolaan stres merupakan salah satu aspek penting dalam upaya mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.

This study aimed to determine the relationship between stress levels and blood glucose levels among patients with diabetes mellitus at RSI NU Demak. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all diabetes mellitus patients receiving treatment or follow-up care at RSI NU Demak, and the samples were selected using a purposive sampling technique. Stress level data were collected using a validated and reliable questionnaire, while blood glucose level data were obtained from medical records or laboratory examination results. Data were analyzed using univariate analysis to describe respondents' characteristics and bivariate analysis with an appropriate statistical test to determine the relationship between stress levels and blood glucose levels. The results showed a significant relationship between stress levels and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. Patients experiencing higher stress levels tended to have higher blood glucose levels than those with lower stress levels. Therefore, stress management is an important aspect of controlling blood glucose levels in patients with diabetes mellitus.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31