PENGARUH FISIOTERAPI DADA DAN VOLUME MINUM AIR HANGAT TERHADAP STATUS DAHAK PADA PASIEN ISPA DI WILAYAH PUSKESMAS NGEMPLAK KUDUS

Penulis

  • Rahma Khoirun Nisa Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Sukarmin Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Sukesih Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Fisioterapi Dada, Air Hangat, Status Dahak, Quasi-Experimental

Abstrak

Penularan patogen menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang dapat mengakibatkan penyakit ringan maupun kematian. Fisioterapi dada dan konsumsi air hangat merupakan terapi non-farmakologis yang bermanfaat bagi saluran pernapasan pasien ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak fisioterapi dada dan konsumsi air hangat terhadap kondisi dahak pada pasien ISPA di wilayah kerja Puskesmas Ngemplak Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental dengan Pendekatan Pretest-Posttest With Control Design. Populasi pada penelitian ini adalah pasien ISPA usia 25-45 tahun yang menjalani pengobatan di Puskesmas Ngemplak Kudus Wilayah Karangrowo pada bulan Desember 2025 sejumlah 58 orang. Perhitungan sampel dengan menggunakan total sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 58 responden, 29 untuk kelompok kontrol dan 29 untuk kelompok intervensi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap responden, dengan bantuan alat berupa lembar observasi status dahak berdasarkan warna, konsistensi, jumlah, dan kemudahan pengeluaran dahak. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian memperlihatkan pada kelompok intervensi dan control didapatkan hasil uji mann whitney sebesar 0,001 artinya ada pengaruh fisioterapi dada dan volume minum air hangat terhadap status dahak pada pasien ISPA di Wilayah Puskesmas Ngemplak Kudus.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31