GAMBARAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI HORMONAL PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RSD GUNUNG JATI CIREBON

Penulis

  • Muhammad Rafi Raihan Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Nurbaiti Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Iskandar Sarumpaet Universitas Swadaya Gunung Jati

Kata Kunci:

Kanker Serviks, Kontrasepsi Hormonal, Suntik, Pil, Implan

Abstrak

Latar Belakang: Kontrasepsi hormonal merupakan metode KB yang umum digunakan untuk mengatur kehamilan, namun penggunaan jangka panjangnya berpotensi meningkatkan risiko kanker rahim, termasuk kanker serviks. Di Kota Cirebon, tingkat penggunaan kontrasepsi mencapai 61,13% dengan peserta terbanyak di Kecamatan Gegesik. Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan serius, disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Kemudahan akses kontrasepsi hormonal di layanan kesehatan membuatnya banyak dipilih, namun minimnya edukasi menyebabkan sebagian wanita tidak mengetahui potensi efek sampingnya, termasuk kaitannya dengan risiko kanker serviks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran pemakaian kontrasepsi hormonal pasien kanker serviks di RSD Gunung Jati Cirebon berdasarkan umur, jenis kontrasepsi hormonal dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional, data menggunakan rekam medis pasien tahun 2021–2024 dan pengambilan sampel menggunakan total sampling serta melibatkan 52 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Berdasarkan karaktertistik usia, didapatkan terbanyak berusia 48 tahun (13,46%) dengan rerata usia 47,98 tahun. Jenis kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan adalah suntik (40,4%), diikuti oleh pil (21,2%) dan implan (7,7%). Sebanyak 23,1% pasien menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari 5 tahun, sementara 63,5% menggunakannya dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun. simpulan: dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontrasepsi hormonal suntik merupakan jenis yang paling banyak digunakan oleh pasien kanker serviks, sehingga perlu pertimbangan lebih lanjut dalam penggunaannya sebagai metode kontrasepsi jangka panjang.

Background: Hormonal contraception is a commonly used family planning method to regulate pregnancy; however, long-term use may increase the risk of uterine cancer, including cervical cancer. In Cirebon City, the contraceptive use rate reaches 61.13%, with the highest number of participants in the Gegesik District. Cervical cancer remains a significant public health issue, primarily caused by infection with the Human Papilloma Virus (HPV). Easy access to hormonal contraception through health services makes it a popular choice, but limited education leads many women to be unaware of its potential side effects, including its association with cervical cancer risk. Aim: This study aims to describe the use of hormonal contraception among cervical cancer patients at Gunung Jati Regional Hospital Cirebon, based on age, type of hormonal contraception, and duration of use. Methods: This was a cross-sectional study using secondary data from medical records of patients between 2021 and 2024. Sampling was conducted using a total sampling method and involved 52 patients who met the inclusion and exclusion criteria. Results: Most patients were 48 years old (13.46%) with an average age of 47.98 years. The most commonly used hormonal contraceptive type was injection (40.4%), followed by pills (21.2%) and implants (7.7%). A total of 23.1% had used hormonal contraception for more than 5 years, while 63.5% used it for less than 1 year. Conclusion: Injectable hormonal contraception was the most frequently used method among cervical cancer patients, indicating the need for careful consideration of its long-term use.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31