HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 12-24 BULAN DI DESA NALUMSARI
Kata Kunci:
ASI Eksklusif, Perkembangan Kognitif, Anak Usia 12–24 Bulan, DDST, Cross SectionalAbstrak
Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, mengingat, memahami, serta memecahkan masalah. Pada usia 12–24 bulan, perkembangan kognitif berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan dukungan nutrisi yang optimal. Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung berbagai zat gizi dan komponen bioaktif yang berperan dalam perkembangan otak. Namun, masih terdapat bayi yang tidak memperoleh ASI eksklusif sehingga diduga dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI dengan perkembangan kognitif anak usia 12–24 bulan di Desa Nalumsari. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 57 anak usia 12–24 bulan yang terdaftar di Desa Nalumsari, Kabupaten Jepara. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Data riwayat pemberian ASI diperoleh melalui kuesioner retrospective dietary recall yang dikonfirmasi kepada ibu responden, sedangkan perkembangan kognitif anak dinilai menggunakan Denver Developmental Screening Test (DDST) pada sektor bahasa dan motorik halus adaptif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 anak (43,9%) memperoleh ASI eksklusif, sedangkan 32 anak (56,1%) memperoleh ASI non eksklusif. Penilaian perkembangan kognitif menunjukkan bahwa 40 anak (70,2%) memiliki perkembangan kognitif kategori normal dan 17 anak (29,8%) termasuk kategori suspect. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square memperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI dengan perkembangan kognitif anak usia 12–24 bulan di Desa Nalumsari. Nilai Phi dan Cramer's V sebesar 0,422 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa anak yang memperoleh ASI eksklusif cenderung memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik dibandingkan anak yang memperoleh ASI non eksklusif. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif perlu terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya mendukung perkembangan kognitif anak, disertai dengan pemberian stimulasi yang sesuai agar tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.




