PERKEMBANGAN PADA ANAK 1-5 TAHUN DI POSYANDU PUSPITA PERTIWI PA DUKUHAN RANDUBELANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEWON
Kata Kunci:
Balita, Perkembangan Anak, KPSP, Deteksi DiniAbstrak
Masa balita merupakan periode penting dalam kehidupan anak karena terjadi perkembangan yang pesat pada kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, serta sosial dan kemandirian. Perkembangan perlu dipantau secara berkala agar pencapaian anak dapat diketahui sesuai dengan kelompok usianya. Salah satu alat yang digunakan untuk melakukan skrining perkembangan adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan pada anak usia 1–5 tahun di Posyandu Puspita Pertiwi Pedukuhan Randubelang di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni–Juli 2026 dengan jumlah responden sebanyak 46 balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan KPSP dan data karakteristik balita, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden perempuan sebanyak 24 balita (52,2%) dan laki-laki sebanyak 22 balita (47,8%). Kelompok usia terbanyak adalah 48 bulan sebanyak 11 balita (23,9%), sedangkan kelompok usia berikutnya adalah 36 bulan sebanyak 9 balita (19,6%). Berdasarkan berat badan, sebanyak 44 balita (95,7%) memiliki berat badan normal dan 2 balita (4,3%) memiliki berat badan lebih. Hasil skrining perkembangan menggunakan KPSP menunjukkan seluruh responden, yaitu 46 balita (100%), berada dalam kategori perkembangan sesuai; tidak ditemukan kategori meragukan maupun penyimpangan. Kesimpulan penelitian ini adalah seluruh balita yang menjadi responden memiliki perkembangan yang sesuai berdasarkan hasil skrining KPSP. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta pemberian stimulasi sesuai usia tetap perlu dilakukan secara berkesinambungan agar perkembangan anak dapat dipertahankan dan kemungkinan keterlambatan dapat dikenali sejak dini.
Toddler development is a crucial indicator for assessing the quality of a child's growth and development. Periodic monitoring is essential for the early detection of developmental delays, enabling appropriate interventions. This study aimed to assess the developmental status of children aged 1–5 years at the Puspita Pertiwi Integrated Health Post (Posyandu) in Randubelang Hamlet, within the Sewon Community Health Center (Puskesmas) service area. This study employed a quantitative method with a descriptive design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 46 toddlers aged 1–5 years, selected using simple random sampling. Data were collected using the Pre-Screening Developmental Questionnaire (KPSP), analyzed via univariate analysis, and presented as frequency distributions and percentages. The results showed that the majority of respondents were female (24 toddlers; 52.2%), while 22 were male (47.8%). The largest age group was 48 months (11 toddlers; 23.9%). Based on the KPSP screening results, all respondents (46 toddlers; 100%) fell into the "appropriate development" category. All developmental aspects—including gross motor skills, fine motor skills, language, and socialization/independence—demonstrated development consistent with their age stages. The study concludes that the development of children aged 1–5 years at the Puspita Pertiwi Posyandu in Randubelang Hamlet (Sewon Puskesmas area) is classified as appropriate based on KPSP screening results. Routine developmental monitoring and the provision of appropriate stimulation remain necessary to maintain optimal toddler development.




