FAKTOR FAKTOR DUKUNGAN KELUARGA TENTANG KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA KANKER DI YAYASAN KASIH ANAK KANKER SEMARANG
Kata Kunci:
Faktor Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup Anak, KankerAbstrak
Latar Belakang: Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang paling beragam. Kualitas hidup anak-anak ketika mereka menderita kanker merupakan cerminan dari kemungkinan dampak penyakit atau terapi terhadap fungsi hidup atau faktor lainnya. Anak-anak penderita kanker sering kali mengalami masalah tubuh seperti nyeri, infeksi, anemia, kelelahan, dan mual. Metode: Penelitian ini merupakan metode kuantitatif pendekatan analisis observasional, sedangkan rancangan penelitian yang dijalankan adalah survey analysis dimana pengukuran, observasi, dan pengumpulan variabel dilakukan pada Point Time Approach. sampel untuk Anak Kanker Usia Prasekolah yang berada di Yasayan Kasih Anak Kanker Semarang menggunakan total sampling berjumlah 34 anak. Peneliti menggunakan Kuesioner dukungan Keluarga dan Kuesioner PedsQL 3.0 Modul Kanker dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Karakteristik anak kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Semarang sebagian usia remaja 10-18 tahun, jenis kelamin sebagian laki laki, jenis penyakit sebagian leukemia, pendidikan orang tua sebagian menengah pada SMP-SMA dan sebagian orang tua tidak bekerja. Dukungan keluarga anak penderita kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Semarang pada dukungan emosional dan instrumental sebagian dalam kategori tinggi (82,4%), dukungan penghargaan dengan sebagian dalam kategori tinggi (91,2%) dan dukungan informasional dengan kategori sedang (52,9%). Di Yayasan Kasih Anak Kanker di Semarang, kualitas hidup 17 anak (50,0%) penderita kanker sebagian masuk dalam kategori tinggi dan sedang. Tidak ada hubungan jelas antakanara kualitas hidup anak penderita kanker serta variabel dukungan keluarga. Kesimpulan: Tidak ada hubungan jelas akaan kualitas hidup anak penderita kanker serta variabel dukungan keluarga. Dukungan keluarga sedang pada dukungan informasi tentang kulitas hidup anak sedang yang menyebabkan rendahnya kulitas hidup pada sub masalah nyeri dan sakit, kecemasan procedural, kecemasan penatalaksanaan, khawatir dan komunikasi.
Background: Cancer is one of the most diverse chronic diseases. The quality of life of children when they have cancer is a reflection of the possible impact of the disease or therapy on life functions or other factors. Children with cancer often experience physical problems such as pain, infection, anemia, fatigue, and nausea. Objective: To analyze family support factors for the quality of life of children with cancer at Yayasan Kasih Anak Kanker Semarang. Method: This study is a quantitative method of observational analysis approach, while the research design carried out is a survey analysis where measurement, observation, and collection of variables are carried out at the Point Time Approach. The sample for Preschool Age Children with Cancer at Yayasan Kasih Anak Kanker Semarang used a total sampling of 34 children. Results: The characteristics of children with cancer at Yayasan Kasih Anak Kanker Semarang are mostly teenagers aged 10-18 years, some are male, some are leukemia, some are middle-class parents in junior high school-high school and some are unemployed parents. Family support for children with cancer at Yayasan Kasih Anak Kanker Semarang on emotional and instrumental support is partly in the high category (82.4%), appreciation support is partly in the high category (91.2%) and informational support is in the moderate category (52.9%). At Yayasan Kasih Anak Kanker in Semarang, the quality of life of 17 children (50.0%) with cancer is partly in the high and moderate categories. There is no clear relationship between the quality of life of children with cancer and the family support variable. Conclusion: There is no clear relationship between the quality of life of children with cancer and the family support variable. Moderate family support on information support about the quality of life of children is moderate which causes low quality of life in the sub-problems of pain and illness, procedural anxiety, management anxiety, worry and communication.




