COMPARATIVE FETAL WEIGHT ESTIMATION USING RISANTO, JOHNSON-TOSHACK, AND ULTRASONOGRAPHY AT SANTOSA HOSPITAL BANDUNG KOPO

Penulis

  • Ega Siti Mardiatilah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Ika Tristanti Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Atun Wigati Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Taksiran Berat Janin, Metode Risanto, Johnson-Toshack, Ultrasonografi, Berat Badan Lahir Rendah

Abstrak

Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi Jawa Barat mengalami peningkatan tahun 2020–2023, dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan prematuritas sebagai penyebab dominan kematian neonatal (60–80%). Deteksi dini BBLR melalui penaksiran berat janin yang akurat penting untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan membandingkan akurasi taksiran berat janin (TBJ) metode Risanto, Johnson-Toshack, dan ultrasonografi (USG), dengan berat badan lahir sebagai standar baku. Penelitian ini menggunakan desain komparatif dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian mencakup 1.000 kelahiran tahun 2025 di Santosa Hospital Bandung Kopo. 286 sampel dihitung menggunakan rumus Slovin, dengan teknik consecutive sampling. Data rekamedis TBJ dari ketiga metode dibandingkan dengan berat lahir bayi aktual menggunakan uji Friedman dan uji lanjut Wilcoxon dengan koreksi Bonferroni. Rata-rata TBJ metode Risanto adalah 2.969,21 gram, Johnson-Toshack sebesar 2.917,36 gram, dan USG sebesar 2.916,63 gram, sedangkan rata-rata berat lahir aktual adalah 2.988,00 gram. Berdasarkan selisih absolut, metode Risanto memiliki rerata selisih terkecil (175,47 gram), diikuti USG (182,74 gram) dan Johnson-Toshack (191,94 gram). Hasil uji Friedman menunjukkan perbedaan akurasi bermakna antar ketiga metode (p = 0,041). Uji lanjut Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara metode Johnson-Toshack dan Risanto (p = 0,002), namun tidak ada perbedaan signifikan antara metode USG dan Risanto (p = 0,703) serta antara USG dan Johnson-Toshack (p = 0,334). Metode Risanto memiliki tingkat akurasi paling tinggi secara deskriptif dan statistik tidak berbeda signifikan dengan metode ultrasonografi (USG). Oleh karena itu, metode Risanto dapat dipertimbangkan sebagai alternatif penaksiran berat janin yang efektif, terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan keterbatasan akses terhadap perangkat USG.

The Infant Mortality Rate (IMR) in West Java Province, increased during 2020–2023, with low birth weight (LBW) and prematurity being dominant causes of neonatal mortality (60–80%). Accurate fetal weight estimation is essential for early detection of LBW. This study aimed to compare the accuracy of fetal weight estimates (FWE) using the Risanto, Johnson-Toshack, and ultrasound (USG) methods, with birth weight as the gold standard. The study design was a comparative cross-sectional study. The study population included 1000 births in 2025 at Santosa Hospital Bandung Kopo. 286 samples were selected using the Slovin formula and consecutive sampling. Medical record data were analyzed using the Friedman test and Wilcoxon follow-up test with Bonferroni correction. The mean estimated birth weight using the Risanto method was 2,969.21 grams, 2,917.36 grams using Johnson-Toshack, and 2,916.63 grams using ultrasound, while the mean actual birth weight was 2,988.00 grams. Based on absolute difference values, the Risanto method had the smallest average difference (175.47 grams), followed by ultrasound (182.74 grams) and the Johnson-Toshack method (191.94 grams). The Friedman test showed a significant difference in accuracy among the three methods (p = 0.041). Wilcoxon analysis showed a significant difference between Johnson-Toshack and Risanto (p = 0.002), but no significant difference between ultrasound and Risanto (p = 0.703) or between ultrasound and Johnson-Toshack (p = 0.334). The Risanto method demonstrated the highest accuracy and was not significantly different from ultrasound. Therefore, Risanto may be an alternative for fetal weight estimation, in facilities with limited access to ultrasound equipment.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31