IDENTIFIKASI CEMARAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA SAMPEL MINUMAN ES TEH PEDAGANG KAKI LIMA DI DESA DUKUH TENGAH KECAMATAN KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES
Kata Kunci:
Escherichia Coli, Es Teh, Higiene Sanitasi, IMViC, Keamanan PanganAbstrak
Minuman es teh yang dijual oleh pedagang kaki lima banyak dipilih karena mudah diperoleh dan memiliki harga yang relatif terjangkau. Proses pengolahan dan penyajian yang kurang memperhatikan higiene dan sanitasi dapat meningkatkan risiko terjadinya kontaminasi mikrobiologis. Salah satu bakteri yang dapat digunakan sebagai indikator pencemaran fekal adalah Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Escherichia coli pada minuman es teh yang dijual oleh pedagang kaki lima di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pemeriksaan laboratorium terhadap 15 sampel minuman es teh. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap menggunakan media Lactose Broth (LB), Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB), dan Eosin Methylene Blue Agar (EMBA), kemudian dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia IMViC. Seluruh sampel menunjukkan hasil positif pada media LB dan BGLB, sedangkan 14 sampel menunjukkan pertumbuhan koloni pada media EMBA. Hasil pewarnaan Gram terhadap 14 isolat tersebut menunjukkan bentuk basil Gram negatif. Pemeriksaan IMViC selanjutnya menunjukkan bahwa enam isolat memiliki pola reaksi biokimia yang sesuai dengan karakteristik E. coli. Berdasarkan hasil tersebut, E. coli ditemukan pada sebagian sampel minuman es teh yang diperiksa. Temuan ini menunjukkan perlunya penerapan higiene dan sanitasi yang baik selama proses pengolahan maupun penyajian minuman untuk membantu menjaga keamanan pangan.
Iced tea sold by street vendors is commonly consumed because it is readily available and relatively inexpensive. Inadequate hygiene and sanitation during preparation and serving may increase the possibility of microbial contamination. Escherichia coli is one of the bacteria that can serve as an indicator of fecal contamination. This study aimed to determine the presence of Escherichia coli in iced tea sold by street vendors in Dukuh Tengah Village, Ketanggungan District, Brebes Regency. A descriptive qualitative approach was applied through laboratory examination of 15 iced tea samples. The identification process was carried out using Lactose Broth (LB), Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB), and Eosin Methylene Blue Agar (EMBA), followed by Gram staining and IMViC biochemical testing. All samples showed positive results in both LB and BGLB media, while 14 samples exhibited colony growth on EMBA. Gram staining of the 14 isolates revealed Gram-negative bacilli. Further examination using the IMViC test showed that six isolates had a biochemical reaction pattern consistent with the characteristics of E. coli. These findings indicate that E. coli was present in some of the iced tea samples examined. The results highlight the need for proper hygiene and sanitation practices during beverage preparation and serving to support food safety.




