HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KONSUMSI MINUMAN BERKAFEIN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA MAHASISWA DI STIKES MAHARANI MALANG
Kata Kunci:
Pola Makan, Kafein, GastritisAbstrak
Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami mahasiswa akibat pola makan yang tidak teratur dan kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan konsumsi minuman berkafein dengan kejadian gastritis pada mahasiswa semester 6 STIKes Maharani Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52 responden (54,2%) memiliki pola makan tidak baik, 54 responden (56,3%) mengonsumsi minuman berkafein dalam kategori tinggi, dan 49 responden (51,0%) mengalami gastritis. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian gastritis (p=0,000; r=0,356) serta antara konsumsi minuman berkafein dengan kejadian gastritis (p=0,002; r=0,308). Kedua variabel memiliki kekuatan hubungan lemah dengan arah hubungan positif. Disimpulkan bahwa semakin tidak baik pola makan dan semakin tinggi konsumsi minuman berkafein, semakin besar kemungkinan mahasiswa mengalami gastritis. Mahasiswa diharapkan menerapkan pola makan yang teratur dan membatasi konsumsi minuman berkafein sebagai upaya pencegahan gastritis.
Gastritis is one of the most common gastrointestinal disorders experienced by university students due to irregular eating habits and frequent consumption of caffeinated beverages. This study aimed to determine the relationship between dietary patterns and caffeinated beverage consumption with the incidence of gastritis among sixth-semester nursing students at STIKes Maharani Malang. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 96 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Spearman Rank correlation test. The findings showed that most respondents had poor dietary patterns (54.2%), high caffeinated beverage consumption (56.3%), and experienced gastritis (51.0%). Statistical analysis revealed a significant relationship between dietary patterns and gastritis incidence (p=0.000; r=0.356) and between caffeinated beverage consumption and gastritis incidence (p=0.002; r=0.308). Both variables demonstrated weak positive correlations, indicating that poorer dietary habits and higher caffeinated beverage consumption were associated with an increased risk of gastritis. It can be concluded that dietary patterns and caffeinated beverage consumption are significantly associated with the incidence of gastritis among sixth-semester nursing students at STIKes Maharani Malang. Therefore, maintaining regular eating habits and limiting caffeinated beverage intake are recommended to help prevent gastritis.




