HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA KELAS XI DI SMA 2 KUDUS
Kata Kunci:
Pola Makan, Aktivitas Fisik, ObesitasAbstrak
Berikut adalah draf abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang disusun sesuai dengan standar penulisan ilmiah:Abstrak (Bahasa Indonesia)Latar Belakang: Obesitas pada usia remaja merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan jangka panjang. Faktor utama yang diduga berkontribusi terhadap masalah ini adalah pola makan yang kurang seimbang dan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada siswa kelas XI di SMA 2 Kudus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan siswa kelas XI SMA 2 Kudus sebagai populasi. Pengumpulan data pola makan dilakukan dengan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), serta status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian obesitas ($p < 0{,}05$) serta terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas ($p < 0{,}05$). Kesimpulan: Pola makan yang tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik berhubungan erat dengan peningkatan risiko obesitas pada remaja. Disarankan bagi pihak sekolah dan orang tua untuk mempromosikan pola hidup sehat dan menyediakan fasilitas aktivitas fisik yang memadai.
Background: Adolescent obesity is a growing global health issue that can lead to various long-term health complications. The primary factors contributing to this condition are unbalanced dietary patterns and low physical activity levels. Objective: This study aims to analyze the correlation between dietary patterns and physical activity with the incidence of obesity among 11th-grade students at SMA 2 Kudus. Methods: This quantitative study used a cross-sectional design involving 11th-grade students at SMA 2 Kudus as the population. Dietary patterns were evaluated using the Food Frequency Questionnaire (FFQ), physical activity levels were assessed using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), and obesity status was determined based on Body Mass Index-for-age (BMI-for-age). Data were analyzed using the Chi-Square statistical test. Results: The findings revealed a significant relationship between dietary patterns and the incidence of obesity ($p < 0.05$), as well as a significant relationship between physical activity and obesity ($p < 0.05$). Conclusion: Unbalanced dietary patterns and low physical activity are strongly associated with an increased risk of adolescent obesity. Schools and parents are advised to promote healthy lifestyle habits and provide adequate physical activity support.




