PENGARUH TERAPI OKUPASI MOTORIK HALUS MENGGUNTING DAN MENEMPEL TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK DI SLBN PURWOSARI KUDUS
Kata Kunci:
Anak Berkebutuhan Khusus, Interaksi Sosial, Terapi OkupasiAbstrak
Perkembangan anak mencakup aspek kognitif, sosial, dan emosional. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki proses pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda dari anak normal, sehingga memerlukan layanan khusus, terutama dalam interaksi sosial yang sering tgerhambat seperti kontak mata, komunikasi, dan penyesuaian diri dengan lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi okupasi menggunting dan menempel terhadap kemampuan interaksi sosial anak di SLBN Purwosari Kudus. Penelitian ini menggunakan desain Quasy-eksperiment dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 68 responden yang terbagi menjadi 34 responden kelompok intervensi dan 34 responden kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah lembar observasi Kemampuan interaksi sosial anak berkebutuhan khusus berdasarkan ATEC yang dianalisis enggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial anak meningkat dari kategori cukup ke baik setelah interbensi diberikan. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi okupasi motorik halus menggunting dan menempel berpengaruh signifikan terhadap kemampuan interaksi sosial anak berebutuhan khusus dengan nilai p-value = 0,003. Hasil penelitian dapat digunakan oleh guru dan orang tua sebagai alternatif kegiatan yang dapat membantu anak mengatasi gangguan interaksi sosial. Bagi universitas muhammadiyah kudus, penelitian ini dapat digunakan sebagai penambah wawasan mengenai anak berkebutuhan khusus. Selain itu, peneliti lain dapat menjadikan penelitian ini sebagai rujukan dengan melibatkan responden yang lebih luas dan menggunakan variabel lainnya.




