https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/issue/feed Jurnal Kesehatan Afinitas 2026-04-29T15:39:51+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/20966 HUBUNGAN ANTARA DURASI HEMODIALISIS DAN BONE MINERAL DISEASE BERDASARKAN PARAMETER BIOKIMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RSUP ADAM MALIK MEDAN 2026-04-11T12:09:25+00:00 Angga Adityawan anggaadityawan931@gmail.com Alwi Thamrin Nasution alwi_thamrin@yahoo.com Sumi Ramadhani space_pirate@rocketmail.com <p>Pendahuluan: Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis (PGK) ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif. Hemodialisis umum digunakan sebagai terapi pengganti ginjal pada pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir. Chronic kidney disease–mineral and bone disorder (CKD-MBD) sering terjadi akibat kelainan metabolisme kalsium dan fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara durasi hemodialisis dan bone mineral disease yang dinilai melalui kadar kalsium dan fosfat serum pada pasien PGK di Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan. Metode: Penelitian analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 62 pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin dan direkrut menggunakan metode consecutive sampling. Data demografi dan laboratorium diperoleh dari rekam medis pasien. Kadar kalsium dan fosfat serum dianalisis sebagai indikator metabolisme mineral. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS versi 24.0 dengan uji t independen atau uji Mann–Whitney U, dengan nilai p&lt;0,05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil: Dari 62 pasien, 42 adalah laki-laki (67,7%) dan 20 perempuan (32,3%) dengan rata-rata usia 48 tahun. Sebanyak 38 pasien (61,3%) menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun dan 24 pasien (38,7%) kurang dari satu tahun. Durasi hemodialisis berhubungan dengan kadar fosfat serum (7,4 vs 6,25 mg/dL; p=0,002) dan kalsium (8,54 vs 8,32 mg/dL; p=0,003). Kesimpulan: Durasi hemodialisis berhubungan secara signifikan dengan kadar kalsium dan fosfat serum pada pasien PGK.</p> <p><em>Introduction: Chronic kidney disease (CKD) is characterized by progressive loss of kidney function. Hemodialysis is commonly used for patients with end-stage renal disease. Chronic kidney disease–mineral and bone disorder (CKD-MBD) frequently occurs due to abnormalities in calcium and phosphate metabolism. This study evaluated the association between hemodialysis duration and bone mineral disease assessed using serum calcium and phosphate levels in CKD patients at Adam Malik General Hospital Medan. Methods: This analytical cross-sectional study included 62 CKD patients undergoing routine hemodialysis recruited using consecutive sampling. Demographic and laboratory data were obtained from medical records. Serum calcium and phosphate levels were analyzed as indicators of mineral metabolism. Statistical analysis was performed using SPSS version 24.0 with the independent t-test or Mann–Whitney U test and p&lt;0.05 considered significant. Results: Of 62 patients, 42 were male (67.7%) and 20 female (32.3%) with a mean age of 48 years. Thirty-eight patients (61.3%) had hemodialysis &gt;1 year and 24 (38.7%) &lt;1 year. Hemodialysis duration was associated with serum phosphate (7.4 vs 6.25 mg/dL; p=0.002) and calcium (8.54 vs 8.32 mg/dL; p=0.003). Conclusion: Hemodialysis duration is significantly associated with serum calcium and phosphate levels in CKD patients.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/21234 HUBUNGAN SLEEP HYGINE DENGAN GANGGUAN TIDUR PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI DADAPREJO 01 KOTA BATU 2026-04-22T09:10:12+00:00 Fanisa Novita Sari fanisanovitasari@gmail.com Reny Tri Febriani renytrifebriani90@gmail.com <p>Anak usia sekolah dasar yang memiliki pola tidur kurang baik berpotensi mengalami masalah kesehatan. Sleep hygiene sendiri mencakup berbagai praktik dan kebiasaan yang dapat mendukung kualitas tidur, dan gangguan pada penerapannya dapat memengaruhi waktu serta kualitas tidur anakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara sleep hygiene dan gangguan tidur pada anak-anak sekolah dasar di SDN Dadaprejo 01, Kota Batu, tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan seluruh populasi anak, sebanyak 44 orang, dijadikan responden melalui teknik total sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa gangguan tidur banyak dialami anak-anak, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman orang tua mengenai praktik sleep hygiene. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukkan nilai p 0,026 (p &lt; 0,05), menandakan adanya hubungan yang signifikan antara penerapan sleep hygiene dan gangguan tidur pada anak-anak di SDN Dadaprejo 01. Simpulan dari penelitian ini adalah Terdapat hubungan anata sleep hygiene dengan gangguan tidur pada anak usia sekolah dasar di SDN Dadaprejo 01 Kota Batu Tahun 2025 dengan p-value 0.026 yang menunjukan hubungan antar variable adalah kategori sedang dan berkorelasi sedang, artinya semakin baik sleep hygiene maka gangguan tidur semakin ringan. Saran dari peneliti diharapkan dapat memberikan informasi bagi anak sekolah dasar khususnya mengenai gangguan tidur yang dapat mempengaruhi sleep hygiene bagi anak sekolah tersebut.</p> <p><em>Elementary school children who have poor sleep patterns are at risk of experiencing health problems. Sleep hygiene refers to various practices and habits that support good quality sleep, and disruptions in its implementation can affect both the duration and quality of a child’s sleep. This study aimed to examine the relationship between sleep hygiene and sleep disturbances among elementary school children at SDN Dadaprejo 01, Kota Batu, in 2025. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design and included the entire population as respondents using total sampling, involving 44 children. The results indicated that children at SDN Dadaprejo 01 experienced sleep disturbances, which were largely attributed to parents’ limited understanding of proper sleep hygiene practices. Furthermore, bivariate analysis using the Chi-Square test showed a p-value of 0.026 (p &lt; 0.05), indicating a significant relationship between sleep hygiene practices and sleep disturbances among elementary school children at SDN Dadaprejo 01, Kota Batu, in 2025. In conclusion, there is a significant relationship between sleep hygiene and sleep disturbances in elementary school children at SDN Dadaprejo 01, with a p-value of 0.026. The correlation is moderate, suggesting that better sleep hygiene is associated with milder sleep disturbances. The study recommends that these findings be used to provide information to elementary school children regarding sleep disturbances and the importance of proper sleep hygiene.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/21217 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN PEMBERIAN MENU MAKANAN SEHAT PADA ANAK USIA 3-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU 2026-04-21T13:00:27+00:00 Natasya Novia Ramdhany natasyanoviaramdhany@gmail.com Puguh Raharjo puguraharjo@stikesmaharani.ac.id <p>Anak usia 3-6 tahun berada pada masa golden age yang memerlukan pemenuhan gizi seimbang secara optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun, permasalahan gizi pada usia ini masih sering terjadi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, yang berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak. orang tua berperan penting dalam menentukan jenis dan kualitas makanan anak, sehngga pengetahuan tentang gizi seimbang memengaruhi praktik pemberian menu makanan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang dengan pemberian menu makanan sehat pada anak usia 3-6 tahun di TK Negeri Pembina. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah orang tua murid murid TK Negeri Pembina yang berjumlah 126 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pengetahuan gizi seimbang dan kuesioner praktik pemberian menu makanan sehat yang telah diuji melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik melalui analisis univariat dan bivariat menggunakn Chi- Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan responden memiliki tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dalam praktik pemberian menu makanan sehat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,023 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang dengan praktik pemberian menu makanan sehat pada anak usia 3–6 tahun. Semakin baik pengetahuan orang tua, semakin optimal praktik pemberian menu makanan sehat, sehingga edukasi gizi perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pemenuhan gizi seimbang anak usia dini dan mencegah masalah gizi.</p> <p><em>Children aged 3-6 years are in their golden age, requiring optimal balanced nutrition for growth and development. However, nutritional problems at this age are still common, both malnutrition and excess nutrition, which impact children's health and growth. Parents play an important role in determining the type and quality of their children's food, so knowledge about balanced nutrition influences the practice of providing healthy menus. This study aims to determine the relationship between parents' knowledge of balanced nutrition and the provision of healthy menus to children aged 3-6 years at Pembina State Kindergarten. This study used quantitative methods with a cross-sectional design. The study population was 126 parents of Pembina State Kindergarten students, with a sample size of 56 respondents determined through a simple random sampling technique. Data collection was carried out by distributing a balanced nutrition knowledge questionnaire and a healthy food menu provision practice questionnaire that had been tested through validity and reliability tests. Data analysis was carried out descriptively and analytically through univariate and bivariate analysis using Chi- Square. The results of this study indicate that most respondents have a level of knowledge about balanced nutrition in the practice of providing a healthy food menu. The results of the Chi-Square test showed a p value = 0.023 (p &lt; 0.05), which indicates a significant relationship between the level of parental knowledge about balanced nutrition and the practice of providing a healthy food menu for children aged 3–6 years. The better the parents' knowledge, the more optimal the practice of providing a healthy food menu, so that nutrition education needs to be continuously improved to support the fulfillment of balanced nutrition for early childhood and prevent nutritional problems.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/21270 PENGARUH DEPRESI DAN STRESS AKADEMIK TERHADAP IDE BUNUH DIRI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS PSIKOLOGI DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2026-04-23T07:04:46+00:00 Larassati Sri Rizki Putri larasatiputri911@gmail.com Kurnia Laksana mr.kurnialaksana@gmail.com <p>Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tekanan akademik yang meningkat pada fase penyelesaian studi, yang dapat berdampak pada kondisi psikologis dan berpotensi berkaitan dengan munculnya ide bunuh diri. Pengaruh antara faktor akademik dan ide bunuh diri pada mahasiswa masih menjadi isu yang perlu dianalisis secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara depresi akademik dan stress akademik dengan ide bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 75 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-report dan dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori depresi sedang (57,3%) dan stress akademik sedang (57,3%), sedangkan ide bunuh diri paling banyak berada pada kategori sedang (49,3%). Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara depresi akademik dengan ide bunuh diri (r = -0,697; p &lt; 0,001) serta antara stress akademik dengan ide bunuh diri (r = -0,697; p &lt; 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan tingkat depresi dan stress akademik berhubungan secara bermakna dengan perubahan tingkat ide bunuh diri pada mahasiswa tingkat akhir. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan intervensi preventif terhadap kesehatan mental mahasiswa guna menurunkan risiko munculnya ide bunuh diri.</p> <p><em>Final-year students experience increased academic pressure during the completion of their studies, which may affect their psychological well-being and potentially be associated with suicidal ideation. The relationship between academic factors and suicidal ideation among university students remains an issue that requires empirical investigation. This study aimed to analyze the relationship between academic depression and academic stress with suicidal ideation among final-year students of the Faculty of Psychology, Universitas Negeri Malang. This research employed a quantitative cross-sectional design involving 75 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using self-report questionnaires and analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results indicated that the majority of respondents were in the moderate category for academic depression (57.3%) and academic stress (57.3%), while suicidal ideation was predominantly in the moderate category (49.3%). Correlation analysis revealed a significant and strong relationship between academic depression and suicidal ideation (r = -0.697; p &lt; 0.001) as well as between academic stress and suicidal ideation (r = -0.697; p &lt; 0.001). These findings indicate that changes in levels of academic depression and academic stress are significantly associated with changes in suicidal ideation among final-year students. Therefore, preventive mental health interventions are necessary to reduce the risk of suicidal ideation in university students.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/21221 EFEKTIFITAS SENAM TAI CHI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DUSUN PIDEK SONOKEMBANG KECAMATAN GONDANGLEGI 2026-04-22T03:36:57+00:00 Ririn Ayu Tricahya Ningsih ririnayutri@gmail.com Achmad Dafir Firdaus pepenglagi@gmail.com <p>Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik mencapai atau melebihi 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik mencapai atau melebihi 90 mmHg. Sementara itu, individu dengan tekanan darah 130/80 mmHg dikategorikan sebagai pra-hipertensi, yang membutuhkan pengawasan dan perawatan agar tidak berkembang menjadi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas senam Tai Chi dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan pre-experiment menggunakan desain one group pretest-posttest, tanpa adanya kelompok pembanding. Sampel penelitian terdiri dari 22 lansia berusia di atas 60 tahun yang menderita hipertensi, yang tinggal di Dusun Pidek Sonokembang, Kecamatan Gondanglegi. Hasil analisis statistik menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p 0,000 (α = 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan setelah dilakukan senam Tai Chi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tekanan darah pada lansia, mulai dari kategori pra-hipertensi hingga hipertensi tingkat I-II, dipengaruhi oleh proses penuaan, menurunnya elastisitas pembuluh darah, serta gaya hidup yang kurang aktif. Perubahan fisiologis ini berdampak langsung pada peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Senam Tai Chi terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi.</p> <p><em>Hypertension is a condition in which systolic blood pressure reaches or exceeds 140 mmHg and/or diastolic blood pressure reaches or exceeds 90 mmHg. Meanwhile, individuals with a blood pressure of 130/80 mmHg are categorized as pre-hypertensive, requiring monitoring and care to prevent progression to hypertension. This study aimed to evaluate the effectiveness of Tai Chi exercise in reducing blood pressure in elderly individuals with hypertension. The method employed was an experimental study using a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design, without a comparison group. The study sample consisted of 22 elderly participants aged over 60 years with hypertension, residing in Dusun Pidek Sonokembang, Gondanglegi District. Statistical analysis using the Paired Sample T-Test showed a p-value of 0.000 (α = 0.05), indicating a significant difference in blood pressure before and after performing Tai Chi exercises. The study concluded that blood pressure in the elderly, ranging from pre-hypertensive to hypertension stage I–II, is influenced by the aging process, decreased vascular elasticity, and a sedentary lifestyle. These physiological changes directly contribute to increased systolic and diastolic blood pressure. Tai Chi exercise was proven effective in reducing blood pressure in elderly individuals with hypertension.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Afinitas