Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka id-ID Tue, 30 Dec 2025 15:02:37 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, PRAKTIK DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BANJIR ROB DI KAWASAN PESISIR KOMPLEK PJKA KECAMATAN BELAWAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17955 <p>Banjir rob merupakan bencana yang kerap terjadi di wilayah pesisir dan menimbulkan dampak yang luas terhadap kesehatan, kondisi sosial, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Kecamatan Medan Belawan, khususnya Kawasan Pesisir Komplek PJKA, termasuk daerah dengan frekuensi banjir rob yang tinggi dan genangan yang berulang. Kondisi ini menuntut adanya kesiapsiagaan masyarakat yang memadai agar dampak bencana dapat diminimalkan. Pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat menjadi komponen penting dalam membentuk kesiapsiagaan menghadapi banjir rob. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 di Kawasan Pesisir Komplek PJKA, Kecamatan Medan Belawan. Seluruh populasi yang berjumlah 50 orang dijadikan responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan, sikap, praktik, dan kesiapsiagaan masyarakat. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai banjir rob dan dampaknya. Sikap masyarakat terhadap kesiapsiagaan cenderung positif, terutama terkait keselamatan keluarga dan upaya antisipasi. Namun demikian, praktik dan kesiapsiagaan masyarakat masih berada pada kategori cukup, terutama dalam hal kesiapan perlengkapan darurat dan pemahaman teknis mengenai lokasi titik evakuasi. Masyarakat di Kawasan Pesisir Komplek PJKA telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam menghadapi banjir rob, namun praktik kesiapsiagaan masih perlu diperkuat melalui edukasi kebencanaan berkelanjutan dan pelatihan kesiapsiagaan berbasis masyarakat.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Tidal flooding is a recurrent disaster in coastal areas and has significant impacts on public health, social conditions, and economic activities. Medan Belawan District, particularly the PJKA Coastal Area, experiences frequent tidal flooding with repeated inundation. This situation highlights the need for adequate community preparedness to reduce disaster-related risks. Community knowledge, attitudes, and practices are essential components in shaping preparedness for tidal flooding. This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The research was conducted in 2025 in the PJKA Coastal Area, Medan Belawan District. A total of 50 respondents were included using a total sampling technique. Data were collected through structured questionnaires assessing knowledge, attitudes, practices, and preparedness related to tidal flooding. Univariate analysis was used to describe the distribution of each variable. The findings indicated that most respondents had good knowledge regarding tidal flooding and its impacts. Community attitudes toward preparedness were generally positive, particularly concerning family safety and anticipatory measures. However, preparedness practices were categorized as moderate, mainly due to inconsistencies in emergency supply readiness and limited awareness of evacuation points. The community in the PJKA Coastal Area demonstrates good knowledge and positive attitudes toward tidal flooding. Nevertheless, preparedness practices still require strengthening through continuous disaster education and community-based preparedness training to reduce health risks and socio-economic losses.</em></p> Cynthia Winanda, Anisah Fitri Rahmasari Harahap, Khairani Septia Siregar, Nabila Rizky Syaidina Damanik, Afzidan Lufthi Amaryu Marpaung, Nofi Susanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17955 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENCEGAHAN PRESSURE INJURY MELALUI PENGGUNAAN SILICONE FOAM DRESSING PADA PASIEN PERIOPERATIF DALAM POSISI PRONE : STUDI ACTION RESEARCH BERBASIS SKALA ELPO https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17068 <p>Kejadian pressure injury pada pasien intraoperatif dengan posisi prone masih menjadi tantangan serius dalam praktik keperawatan perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan silicone foam dressing dalam pencegahan pressure injury pada pasien perioperatif risiko tinggi berdasarkan Skala ELPO. Desain penelitian menggunakan action research dengan siklus plan–action– observe–reflect, melibatkan tiga pasien operasi posisi prone dan tiga perawat kamar operasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi klinis, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki skor ELPO ≥20 (kategori risiko tinggi), namun tidak ditemukan kejadian pressure injury pascaoperasi (0%). Mekanisme silicone foam dressing dalam mencegah PI terlihat melalui fungsinya sebagai bantalan yang mendistribusikan tekanan, mengurangi gesekan, dan menjaga kelembaban kulit. Observasi menunjukkan perawat melakukan asesmen risiko dengan Skala ELPO, mempersiapkan area rawan tekanan, mengaplikasikan silicone foam dressing, serta mengatur posisi pasien dengan benar hingga operasi selesai. Pascaoperasi, pasien menunjukkan integritas kulit yang terjaga tanpa tanda PI pada wajah, dada, maupun lutut. Dari sisi pasien, intervensi memberikan kenyamanan dan mengurangi keluhan nyeri tekan, sedangkan perawat menilai intervensi ini praktis, mudah diaplikasikan, dan meningkatkan rasa aman dalam praktik klinis.. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan silicone foam dressing efektif mencegah pressure injury intraoperatif pada pasien dengan posisi prone, sekaligus meningkatkan keselamatan pasien dan mutu praktik keperawatan.</p> <p><em>Intraoperative pressure injury in patients undergoing surgery in the prone position remains a significant challenge in perioperative nursing practice. This study aimed to evaluate the effectiveness of silicone foam dressing in preventing pressure injury among high-risk perioperative patients based on the ELPO scale. The research design employed action research with plan–action–observe–reflect cycles, involving three patients undergoing surgery in the prone position and three operating room nurses. Data were collected through observation, interviews, and clinical documentation, and analyzed descriptively. The results showed that all respondents had an ELPO score ≥20 (high-risk category), yet no cases of postoperative pressure injury were found (0%). The mechanism of silicone foam dressing in preventing pressure injury was evident through its function as a cushion that redistributes pressure, reduces friction, and maintains skin moisture. Observations revealed that nurses conducted risk assessments using the ELPO scale, prepared pressure-prone areas, applied silicone foam dressing, and ensured proper patient positioning throughout surgery. Postoperatively, patientsmaintained skin integrity without signs of pressure injury on the face, chest, or knees. From the patients’ perspective, the intervention provided comfort and reduced pressure-related discomfort, while nurses reported that it was practical, easy to apply, and enhanced their sense of safety in clinical practice. The study concludes that silicone foam dressing is effective in preventing intraoperative pressure injury in patients positioned prone, while simultaneously improving patient safety and the quality of nursing practice.</em></p> Dinar Kusdinar , Eko Winarto, Nur Arofah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17068 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KELUHAN PENYAKIT KULIT DI KELURAHAN TITI PAPAN KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN TAHUN 2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17677 <p>Penyakit kulit masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah permukiman padat dengan kondisi sanitasi yang kurang memadai. Personal hygiene dan sanitasi lingkungan diduga berperan terhadap munculnya keluhan penyakit kulit di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan keluhan penyakit kulit pada masyarakat di Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki praktik personal hygiene yang cukup baik, namun masih ditemukan perilaku berisiko seperti penggunaan sabun dan handuk secara bersama-sama serta penggunaan handuk dalam kondisi lembap. Kondisi sanitasi lingkungan sebagian besar belum memenuhi standar, terutama terkait kepemilikan jamban dan saluran pembuangan air limbah. Sebanyak 63% responden melaporkan adanya keluhan penyakit kulit. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan keluhan penyakit kulit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal hygiene dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan keluhan penyakit kulit, sehingga diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan dan perbaikan sarana sanitasi untuk menurunkan angka kejadian penyakit kulit.</p> Sry Wulan Silaban, Muhammad Husin Pangaribuan, Shelly Medina Tasya, Muhamad Habib Nur Wahdan, Dimas Septiadi, Nofi Susanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17677 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 KONSEP TEORI MODEL KEPERAWATAN BETTY NEUMAN SISTEM : NEUMAN SYSTEM MODEL ( NSM) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17397 <p>Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan kondisi Kesehatan kompleks dan progresif yang berdampak signifikan pada berbagai dimensi kehidupan pasien. Memerlukan management perawatan yang komprehensif. Model system Neuman (NSM) menawarkan kerangka unik yang berfokus pada stresspor, garis pertahanan, dan rekonstruksi stabilitas system system klien. Penelitian ini bertujuan untuk Menyusun kerangka konseptual yang sistematis dan relevan&nbsp; untuk menerapkan&nbsp; NSM dalam aasuhan keperawatan pada pasien Penyakit Ginjal Kronis Metode : Studil deskriptif kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnose, perencanaan, implementasi dan evaluasi dikaitkan dengan tahap[an kompetensi menurut (NSM) Hasil: Penerapan NSM pada pasien&nbsp; PGK mengindetifikasi klien sebagai system terbuka yang terus berinteraksi dengan lingkungan dan berjuang mempertahankan stabilitas (homeostasis) . Stressor PGK diidentifikasi meliputi uremia (fisiologi), kecemasan / depresi akibat diagnosis dan terapi (psikologis) beban financial dan perubahan peran (sosiokultural), perubahan citra diri (perkembangan) serta krisis makna hidup (spiritual).</p> <p><em> Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a complex, proggresive health condition that significantly impacts multiple dimensions of patient’s life, necessitating comprehensive care management. The neuman System model (NSM) offers a unique framework focusing on stressors, lines of defense, and the restoration of system stability fot the client. This study aims to develop a systematic and relevant conceptual framework for applying the NSM to the nursing of CKD patients</em></p> <p><em>Methods: This The study employed a descriptive case studty design using the nursing process apprpoach, which systematically includes assesment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. These stages were correlated with the levels of competeency/intervention, and tertiary prevention to provide comprehensive and holistic care. Results The application of The NSM to CKD patients identifies the client as an open system continuously interacting with the environment and striving to maintain stability (homeostasis). CKD stressors are identified to include uremia (physiological), anxiety/depression related to diagnosis and therapy (psychological), role changes (sociocultural), altered body image (developmental) and spritual crises.</em></p> Endang Saprina, Irna Nursanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17397 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 LITERATURE REVIEW : INTEGRASI SKN DALAM TRANSFORMASI KESEHATAN SERTA DAMPAK POTENSIAL BAGI KETAHANAN KESEHATAN DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17230 <p>Latar Belakang : Sistem adalah sekumpulan kegiatan/elemen yang saling berhubungan untuk dapat membentuk sesuatu yang bermanfaat. Sistem biasanya terdiri dari sub-sub sistem. Sistem kesehatan menurut WHO adalah sebuah proses kumpulan berbagai faktor kompleks yang berhubungan dalam suatu negara, yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Perpres 72/2012 Pasal 1 angka 2 menyatakan bahwa sistem kesehatan nasional adalah pengelolaan kesehatan yang diselenggarakan oleh semua komponen bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung, guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya.Tujuan :&nbsp;&nbsp; Literature&nbsp; review&nbsp; ini&nbsp; bertujuan&nbsp; untuk&nbsp; mengetahui dan mengidentifkasi integrasi SKN dalam transformasi kesehatan serta dampak potensial bagi ketahanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan literature review dengan sumber data dari Google Scholar pada periode 2018–2025, yang relevan dengan sistem Kesehatan nasional dalam transformasi Kesehatan serta dampak potensial bagi ketahanan kesehatan di Indonesia. potensial bagi ketahanan kesehatan di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa penguatan dan transformasi sistem kesehatan, sangat penting bagi negara-negara untuk menguji ketahanan sistem kesehatan mereka dan memiliki metodologi pengujian yang seimbang dalam hal standardisasi dan karakteristik/kebutuhan spesifik sistem.Kesimpulan: Disimpulkan bahwa integrasi Sistem Kesehatan Nasional dalam transformasi kesehatan membawa dampak untuk ketahanan kesehatan di Indonesia. Reformasi tata kelola kesehatan harus difokuskan pada penguatan SDM, integrasi teknologi informasi secara berkelanjutan, dan peningkatan literasi kesehatan. Serta, Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci dalam memperkuat ketahanan kesehatan dan merespons ancaman kesehatan yang kompleks dan dinamis.</p> Ari Agustina, Ariyati, Eka Sepriani, Budi Hartono , Alfani Ghutsa Daud Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17230 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBERIAN MINYAK KELAPA MURNI TERHADAP LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGGUNG JAYA KABUPATEN MESUJI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/18019 <p>Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO) di Indonesia angka kematian neonatal sebesar 15 per kelahiran hidup salah satu penyebab kematian tetanus neonatal. Perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi tali pusat (omphalitis) yang berisiko menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian pada bayi baru lahir. Berdasarkan hasil prasurvei 10 ibu memiliki bayi baru lahir terdapat 60% perawatan tali pusat menggunakan metode tradisonal dan 40% menggunakan kasa kering dan dari 6 perawatan menggunakan metode tradisional sebanyak 4 bayi mengalami pelepasan lebih dari 7 hari. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pemberian minyak kelapa murni terhadap lama pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Panggung Jaya Kabupaten Mesuji. Jenis penelitian adalah kuantitatif, desain penelitian eksperimen dengan pendekatan post-test only control group design, populasi bayi baru lahir cukup bulan yang tidak ada kelainan tali pusat pada bulan Oktober- November 2025 dan jumlah sampel 30 responden, teknik pengambilan sampel purposive sampling.&nbsp; Data diambil melalui observasi waktu pelepasan tali pusat dengan menggunakan skala lembar observasi dan ceklis. Penelitian ini menggunakan minyak VCO sebanyak 2-3 tetes pada pagi dan sore selama 7 hari berturut-turut. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji independent sampel- test. Hasil penelitian didapat rata – rata pelepasan tali pusat kelompok intervensi sebesar 6,40 dan rata–rata kelompok kontrol sebesar 8,33. Hasil uji independen t-test ada pengaruh pemberian minyak kelapa murni terhadap pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir&nbsp; dengan (pvalue = 0,006&nbsp; &lt; 0,05). Diharapkan tenaga kesehatan lainnya dapat menerapkan pemberian minyak kelapa murni untuk perawatan tali pusat dalam praktik mandiri.</p> <p><em>Based on data from the World Health Organization (WHO), the neonatal mortality rate in Indonesia is 15 per 100 live births, one of the causes of neonatal tetanus death. Improper care can cause umbilical cord infection (omphalitis) which carries the risk of serious complications and even death in newborns. Based on the results of a pre-survey of 10 mothers with newborns, 60% used traditional methods for umbilical cord care and 40% used dry gauze, and of the 6 treatments using traditional methods, 4 babies experienced detachment for more than 7 days. The purpose of this study was to determine the effect of administering virgin coconut oil on the duration of umbilical cord detachment in newborns in the working area of the Panggung Jaya Community Health Center, Mesuji Regency. The study was quantitative, with an experimental design using a post-test-only control group design. The population was full-term newborns without umbilical cord abnormalities in October-November 2025. The sample size was 30 respondents, and the sampling technique was purposive. Data were collected through observation of umbilical cord detachment time using an observation sheet and checklist. This study used 2-3 drops of VCO oil in the morning and evening for 7 consecutive days. Univariate and bivariate data were analyzed using independent sample t-tests. The results showed an average umbilical cord detachment time of 6.40 in the intervention group and 8.33 in the control group. An independent t-test showed an effect of administering virgin coconut oil on umbilical cord detachment in newborns (p-value = 0.006 &lt; 0.05). It is hoped that other healthcare professionals will implement the administration of virgin coconut oil for umbilical cord care in their own practice.</em></p> Ely Rohmawati, Yesi Aprina , Sukarni, Iis Tri Utami, Yona Desni Sagita, Anissa Syafitri Almufaridin, Maulia Isnaini Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/18019 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN KASUS DBD DI WILAYAH PESISIR UPT PUSKESMAS LALANG, DESA LALANG, KECAMATAN MEDANG DERAS, KABUPATEN BATU BARA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17130 <p>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk genus Aedes, terutama Aedes aegypti. Kasus DBD di Indonesia masih signifikan dan bersifat endemis sepanjang tahun, cenderung meningkat selama musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan kasus DBD di wilayah pesisir UPT Puskesmas Lalang, Desa Lalang, Kabupaten Batu Bara. Data menunjukkan lonjakan kasus yang drastis di wilayah ini, meningkat dari 2 kasus pada tahun 2024 menjadi total 40 kasus pada periode Januari–November 2025, yang sudah melampaui batas endemis dan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Desa Lalang, yang merupakan wilayah pesisir, menjadi kontributor kasus terbesar dengan 14 kasus.</p> <p><em>Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infection caused by the Dengue virus and transmitted through the bite of mosquitoes of the genus Aedes, especially Aedes aegypti. DHF cases in Indonesia are still significant and endemic throughout the year, tending to increase during the rainy season. This study aims to analyze the factors influencing the increase in DBD cases in the coastal area of the Lalang Health Center (UPT Puskesmas Lalang), Lalang Village, Batu Bara District. Data shows a drastic spike in cases in this area, increasing from 2 cases in 2024 to a total of 40 cases in the January–November 2025 period, which has exceeded the endemic threshold and established the status of an Extraordinary Event (KLB) of DHF. Lalang Village, which is a coastal area, contributed the most cases with 14 cases.</em></p> Nailla Deswita Sari, Yenni Fitriani, Firza Audina Sirait, Sherly Anastasya Gunawan, Raisah Heliani, Nofi Susanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17130 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN IBU HAMIL MELALUI EDUKASI KEHAMILAN NORMAL DI DAERAH PESISIR: STUDI DI PULAU SEMBILAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17710 <p>Daerah pesisir sangat rentan terhadap akses terbatas ke layanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan ibu. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesiapan rendah para ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan persalinan, terutama dalam mengenali tanda bahaya selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan serta kesiapan ibu hamil melalui pendidikan kehamilan normal dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil di Pulau Sembilan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test satu kelompok. Subjek penelitian adalah semua ibu hamil yang berpartisipasi dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil di Pulau Sembilan pada 22 November 2025, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang berisi 13 pernyataan yang mencakup pemeriksaan kehamilan, tanda-tanda bahaya selama kehamilan, nutrisi untuk ibu hamil, konsumsi tablet ferro, aktivitas fisik, dan persiapan untuk bersalin. Edukasi diberikan dalam durasi 45 sampai 60 menit. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap positif ibu hamil setelah menerima pendidikan, terlihat dari peningkatan persentase respon yang setuju dan sangat setuju pada hampir semua indikator penilaian. Pendidikan kehamilan normal terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil menghadapi kehamilan dan persalinan, terutama di daerah pesisir yang memiliki layanan kesehatan terbatas.</p> <p><em>Coastal areas are highly vulnerable to limited access to health services, including maternal health services. This condition can affect the low preparedness of pregnant women in facing pregnancy and childbirth, especially in recognising danger signs during pregnancy. This study aims to evaluate the increase in knowledge and preparedness of pregnant women through normal pregnancy education in the Pregnant Women's Class activity on Pulau Sembilan. This study used a pre-experimental design with a pre-test and post-test approach in a single group. The research subjects were all pregnant women who participated in the Pregnant Women's Class on Pulau Sembilan on 22 November 2025, using a total sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire containing 13 statements covering pregnancy check-ups, danger signs during pregnancy, nutrition for pregnant women, ferro tablet consumption, physical activity, and preparation for childbirth. The education was provided for 45 to 60 minutes. The results showed an increase in the knowledge and positive attitudes of pregnant women after receiving education, as seen from the increase in the percentage of responses that agreed and strongly agreed on almost all assessment indicators. Normal pregnancy education proved to be effective in increasing the readiness of pregnant women to face pregnancy and childbirth, especially in coastal areas with limited health services.</em></p> Azuhra Widriyani Panggabean, Khairunnisa, Wansyahira, Ulfa Naswa Pulungan, Fatimah Az Zahra Lubis, Nofi Susanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17710 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK SEKITAR UNIVERSITAS DARI ASPEK MANAJEMEN FARMASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17673 <p>Apotek memiliki peran penting dalam penyediaan obat dan informasi kefarmasian. Dalam konteks manajemen farmasi, apotek tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi obat, tetapi juga harus menerapkan prinsip manajemen yang efektif meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pelayanan, serta evaluasi mutu pelayanan kefarmasian. Mahasiswa Universitas Sriwijaya merupakan pengguna utama apotek di sekitar kampus, sehingga kepuasan terhadap pelayanan perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan apotek di sekitar kampus. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif survei dengan instrumen berupa kuesioner yang menilai aspek komunikasi, informasi obat, edukasi, keramahan, dan kenyamanan pelayanan.</p> <p>Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner memiliki nilai signifikansi (p) &lt; 0,05 dan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,361), sehingga semua butir pertanyaan dinyatakan valid. Uji reliabilitas dengan menggunakan Cronbach’s Alpha menghasilkan nilai sebesar 0,707, yang lebih besar dari 0,70. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian dinyatakan reliabel dan konsisten untuk digunakan dalam mengukur kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan apotek di sekitar kampus Universitas Sriwijaya.Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase untuk menggambarkan tingkat kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa puas terhadap pelayanan apotek di sekitar Universitas Sriwijaya, meskipun aspek penyampaian informasi obat dan kenyamanan fasilitas masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran mutu pelayanan apotek di sekitar Unsri serta menjadi masukan untuk peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian.</p> <p>&nbsp;</p> Viva Starlista, Al Izza Zayan Islami, Nafisa Khairani Ariefa, Syafrina Lamin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17673 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 GAMBARAN KASUS CAMPAK POSITIF BERDASARKAN UMUR, GEJALA KLINIS, DAN STATUS IMUNISASI DI PUSKESMAS TANJUNG REJO PERCUT SEI TUAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17331 <p>Campak merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah di Indonesia, terutama di daerah pesisir dengan cakupan imunisasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kasus campak berdasarkan umur, gejala klinis, dan status imunisasi pada kasus campak yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rejo Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan data sekunder dari laporan surveilans campak. Sampel penelitian di ambil secara Total Sampling, yaitu seluruh campak dengan hasil IgM positif yang tercatat pada periode penelitian. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar kasus terjadi pada anak usia ≤5 tahun (72,7%). Gejala klinis yang paling banyak muncul adalah batuk (100%), pilek (72,7%), dan mata merah (27,3%). Mayoritas anak tidak pernah mendapat imunisasi campak (90,9%), dan tidak ditemukan kasus dengan imunisasi lengkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kasus campak di wilayah tersebut terutama menyerang anak usia kecil dengan status imunisasi yang tidak memadai, sehingga peningkatan cakupan imunisasi dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting dalam pencegahan.</p> <p><em> Measles is a contagious disease that remains a problem in Indonesia, particularly in coastal areas with low immunization coverage. This study aims to describe measles cases based on age, clinical symptoms, and immunization status in measles cases occurring in the Tanjung Rejo Percut Sei Tuan Community Health Center (Puskesmas). This study used a descriptive approach using secondary data from measles surveillance reports. The study sample was taken using total sampling, including all measles cases with positive IgM results recorded during the study period. The results showed that the majority of cases occurred in children aged &lt;5 years (72.7%). The most common clinical symptoms were cough (100%), runny nose (72.7%), and red eyes (27.3%). The majority of children had never received measles immunization (90.9%), and no cases were found with complete immunization. This study concluded that measles cases in the region primarily affect young children with inadequate immunization status, therefore increasing immunization coverage and public education are crucial steps in prevention.</em></p> Nazwa Aulia Ramadhani, Nadya Aulia, Siti Fadila, Cut Nurul Dwi Adinda, Trinanda S, Nofi Susanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17331 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 OPTIMALISASI PELAYANAN KB MELALUI PENYULUHAN PEMAHAMAN PEMASANGAN DAN PENCABUTAN AKBK YANG AMAN DAN EFEKTIF https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/18613 <p>Latar Belakang : Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi utama dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Meskipun Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) atau implan memiliki efektivitas tinggi, pemanfaatannya masih rendah karena keterbatasan pengetahuan dan maraknya mitos di masyarakat. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) mengenai AKBK, meluruskan mitos negatif, serta meningkatkan minat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).&nbsp; Metode : Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Teratai RW 11 wilayah Puskesmas Cimahi Utara pada 6 Desember 2025 dengan melibatkan 21 WUS. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi, dan pembagian leaflet, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil : Mayoritas peserta berusia 31–40 tahun (71,43%) dengan pendidikan terakhir SMA (42,86%). Sebelum penyuluhan, pengetahuan peserta didominasi kategori “cukup” (47,62%), namun setelah penyuluhan meningkat secara signifikan menjadi kategori “baik” (80,95%). Selain itu, terjadi perubahan sikap peserta menjadi lebih terbuka terhadap penggunaan implan. Kesimpulan : Penyuluhan kesehatan yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan minat WUS terhadap penggunaan AKBK.</p> <p><em>Introduction: The Family Planning (KB) program is a key strategy for controlling population growth and supporting the Sustainable Development Goals (SDGs). Despite the high effectiveness of Under-the-Skin Contraceptives (AKBK/Implant), their utilization remains low due to limited knowledge and prevalent myths in society. Objective: This Community Service (PkM) activity aims to increase the knowledge of women of childbearing age (WUS) regarding AKBK, correct negative myths, and increase interest in using Long-Term Contraceptive Methods (MKJP). Methods: The activity was held at Posyandu Teratai RW 11, under the Cimahi Utara Health Center, on December 6, 2025, involving 21 WUS. The methods used were interactive lectures, discussions, and the distribution of leaflets, with evaluation through pre-test and post-test. Results: The majority of participants were aged 31–40 years (71.43%) with high school education (42.86%). Before the counseling, participants’ knowledge was dominated by the “sufficient” category (47.62%), but after the counseling, it significantly increased to the “good” category (80.95%). Furthermore, there was a shift in participants’ attitudes toward being more open to using implants. Conclusion: Structured and interactive health counseling is effective in improving reproductive health literacy and the interest of WUS in using AKBK.</em></p> Tasya Dwi Indriani, Intan Karlina, Fita Kholima, Alivia Diandra, Anisa Nurvita, Devi Setya Wati Manurung, Silvi, Sipa Fauziyah, Syaira Ananda, Alvi Nurrostiana Bahtiar, Amelia Riyani, Fitri Herliani, Siti Nurajijah, Firda Amalia Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/18613 Mon, 05 Jan 2026 00:00:00 +0000 PROFIL PASIEN PSORIASIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RS BHAYANGKARA SARTIKA ASIH KOTA BANDUNG TAHUN 2024-2025 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17202 <p>Latar Belakang: Psoriasis merupakan penyakit kulit kronis inflamasi yang mempengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan. Di Indonesia, data epidemiologi psoriasis masih terbatas, khususnya di wilayah Jawa Barat. RS Bhayangkara Sartika Asih Kota Bandung mencatat psoriasis sebagai salah satu dari sepuluh penyakit kulit terbesar yang konsisten muncul setiap bulannya selama periode 2024-2025.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien psoriasis yang berobat di Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Sartika Asih Kota Bandung berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, dan pekerjaan, serta menganalisis pola hubungan antar variabel tersebut selama periode September 2024 hingga September 2025.Metode: Penelitian deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien psoriasis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Sartika Asih periode September 2024-September 2025. Data yang dikumpulkan meliputi tanggal registrasi, nama pasien, jenis kelamin, usia, diagnosis, dan pekerjaan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik pasien dan analisis bivariat deskriptif menggunakan tabulasi silang untuk mengeksplorasi pola hubungan antar variabel.Hasil: Terdapat 52 kunjungan pasien psoriasis dari 12 pasien berbeda selama periode penelitian. Psoriasis menempati peringkat ke-8 dari 10 besar penyakit kulit dengan total 52 kasus, mencapai peringkat tertinggi (ke-3) pada bulan Januari-Februari 2025. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (75%, n=9, 39 kasus) dengan rasio laki-laki:perempuan 3:1. Rentang usia terbanyak adalah 50-60 tahun (41,7%, n=5, 25 kasus). Pekerjaan terbanyak adalah karyawan swasta (58,3%, n=7, 32 kasus), diikuti oleh ibu rumah tangga (16,7%, n=2, 10 kasus). Analisis tabulasi silang menunjukkan pola dominan pada laki-laki usia 50-60 tahun yang bekerja sebagai karyawan swasta, dengan 6 dari 7 karyawan swasta berjenis kelamin laki-laki dan 4 dari 5 pasien usia 50-60 tahun adalah laki-laki.Kesimpulan: Psoriasis di RS Bhayangkara Sartika Asih lebih banyak terjadi pada laki-laki usia produktif dengan pekerjaan karyawan swasta. Terdapat kecenderungan pola hubungan antara jenis kelamin laki-laki, usia 50-60 tahun, dan pekerjaan karyawan swasta, menunjukkan kemungkinan hubungan dengan faktor stres okupasional dan gaya hidup, meskipun konfirmasi statistik memerlukan studi dengan ukuran sampel yang lebih besar.</p> <p><em>Background: Psoriasis is a chronic inflammatory skin disease that significantly affects patients' quality of life. In Indonesia, epidemiological data on psoriasis remains limited, especially in West Java. Bhayangkara Sartika Asih Hospital Bandung recorded psoriasis as one of the top ten skin diseases that consistently appeared monthly during the 2024-2025 period.Objective: This study aims to determine the profile of psoriasis patients treated at the Dermatology and Venereology Clinic of Bhayangkara Sartika Asih Hospital Bandung based on age, gender, and occupation characteristics, and to analyze patterns of relationships between these variables during September 2024 to September 2025.Methods: A retrospective descriptive study using medical records of psoriasis patients at the Dermatology and Venereology Clinic of Bhayangkara Sartika Asih Hospital from September 2024 to September 2025. Data collected included registration date, patient name, gender, age, diagnosis, and occupation. Data analysis was performed univariately to describe the frequency distribution of patient characteristics and descriptive bivariate analysis using cross-tabulation to explore patterns of relationships between variables. Results: There were 52 psoriasis patient visits from 12 different patients during the study period. Psoriasis ranked 8th out of the top 10 skin diseases with a total of 52 cases, reaching the highest ranking (3rd) in January-February 2025. The majority of patients were male (75%, n=9, 39 cases) with a male:female ratio of 3:1. The most common age range was 50-60 years (41.7%, n=5, 25 cases). The most common occupation was private employee (58.3%, n=7, 32 cases), followed by housewife (16.7%, n=2, 10 cases). Cross-tabulation analysis showed a dominant pattern in males aged 50-60 years working as private employees, with 6 out of 7 private employees being male and 4 out of 5 patients aged 50-60 years being male.Conclusion: Psoriasis at Bhayangkara Sartika Asih Hospital predominantly affects males of productive age working as private employees. There is a tendency for patterns of relationships between male gender, age 50-60 years, and private employee occupation, suggesting a possible relationship with occupational stress factors and lifestyle, although statistical confirmation requires studies with larger sample sizes.</em></p> Annisa Fitri Maharani, R Musliani M, Fiska Rosita Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Afinitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/17202 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000