IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO DI SD AL QUR'AN WAHDAH ISLAMIYAH TENGGARONG

Penulis

  • Ardiansyah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Siti Julaiha Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Kata Kunci:

Manajemen Risiko, Pendidikan Islam, Tahfidz, Wahdah Islamiyah, GEMA Kutai Kartanegara

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen risiko di SD Al Qur'an Wahdah Islamiyah Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dalam kerangka program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) yang diamanatkan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 4 Tahun 2021. Sekolah yang berdiri pada Mei 2019 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al-Wahdah Kaltim dan saat ini dipimpin Muhammad Rahman, S.Pd ini melayani 38 peserta didik dalam lima rombongan belajar aktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap enam informan kunci, observasi nonpartisipan, dan analisis dokumen periode Januari-Maret 2025. Temuan menunjukkan sekolah telah mengimplementasikan manajemen risiko mencakup: (1) identifikasi risiko pada aspek akademik, operasional, dan keuangan melalui rapat pimpinan tahunan; (2) penilaian risiko menggunakan matriks probabilitas-dampak; (3) strategi mitigasi yang terintegrasi nilai-nilai Islam meliputi monitoring tahfizh digital, SOP keselamatan, dan kemitraan keuangan berbasis zakat; serta (4) pemantauan berkala. Faktor pendukung mencakup komitmen pimpinan, budaya organisasi berbasis Islam, dukungan jaringan Wahdah Islamiyah, dan tradisi prestasi peserta didik dalam lomba tahfizh, tilawah, adzan, dan cerdas cermat Islam. Penelitian ini merekomendasikan formalisasi dokumen kebijakan manajemen risiko sesuai ISO 31000:2018 dan penetapan sekolah sebagai lembaga percontohan GEMA.

This study aims to analyze the implementation of risk management at SD Al Qur'an Wahdah Islamiyah Tenggarong, Kutai Kartanegara, East Kalimantan, within the framework of the Gerakan Etam Mengaji (GEMA) program mandated by Regional Regulation No. 4 of 2021. Founded in May 2019 under Yayasan Pendidikan Al-Wahdah Kaltim and currently led by Muhammad Rahman, S.Pd, this school serves 38 students across five active classes. A descriptive qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews with six key informants, non-participant observation, and document analysis conducted from January to March 2025. Findings reveal that the school has implemented risk management encompassing: (1) risk identification in academic, operational, and financial domains through annual leadership meetings; (2) risk assessment using a probability-impact matrix; (3) mitigation strategies integrated with Islamic values including digital tahfizh monitoring, safety SOPs, and zakat-based financial partnerships; and (4) periodic monitoring. Supporting factors include leadership commitment, Islamic value-based organizational culture, Wahdah Islamiyah network support, and student achievements in tahfizh, tilawah, azan, and Islamic quiz competitions. The study recommends formalizing a risk management policy document aligned with ISO 31000:2018 and positioning the school as a GEMA model institution.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29