https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/issue/feed Jurnal Kajian Agama Islam 2026-07-30T19:35:37+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/23865 STRATEGI GURU PAI DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KOMPETENSI PROFESIONAL, KEPRIBADIAN, DAN SOSIAL UNTUK PEMBENTUKAN AKHLAKUL KARIMAH DI SMPN 1 TULANG BAWANG BARAT 2026-07-03T07:57:59+00:00 Sutari Cahyono cahyonosutari941@gmail.com Mukhtar Hadi mukhtar.hadi@metrouniv.ac.id Sri Andri Astuti sri.andri.astuti@metrouniv.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan akhlak yang masih ditemukan pada peserta didik, seperti kurangnya sikap disiplin, sopan santun, dan tanggung jawab dalam lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menuntut peran strategis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlakul karimah peserta didik melalui implementasi kompetensi guru, khususnya kompetensi profesional, kepribadian, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam mengimplementasikan kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial dalam pembentukan akhlakul karimah peserta didik di SMP Negeri 1 Tulang Bawang Barat, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam mengimplementasikan kompetensi profesional dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai akhlak, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta pembiasaan nilai-nilai islami dalam kegiatan pembelajaran. Implementasi kompetensi kepribadian diwujudkan melalui keteladanan guru dalam sikap, perilaku, dan kedisiplinan sehingga menjadi contoh bagi peserta didik. Adapun implementasi kompetensi sosial dilakukan melalui komunikasi yang baik dengan peserta didik, kerja sama dengan guru lain, serta keterlibatan dalam kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. Faktor pendukung dalam pembentukan akhlakul karimah antara lain adanya dukungan dari pihak sekolah, program kegiatan keagamaan, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan pergaulan peserta didik, kurangnya kesadaran sebagian siswa, serta keterbatasan pengawasan di luar lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi guru PAI dalam mengimplementasikan kompetensi profesional, kepribadian, dan sosial memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan akhlakul karimah peserta didik di SMP Negeri 1 Tulang Bawang Barat.</p> <p><em>This research is motivated by various moral problems still found among students, such as a lack of discipline, politeness, and responsibility within the school environment. These conditions require the strategic role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in fostering students’ akhlakul karimah (noble character) through the implementation of teacher competencies, particularly professional, personal, and social competencies. This study aims to analyze the strategies of Islamic Religious Education teachers in implementing professional, personal, and social competencies in the formation of students’ akhlakul karimah at SMP Negeri 1 Tulang Bawang Barat, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study employs a qualitative approach with a field research design. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was tested through source and technique triangulation. The results of the study show that the strategies of PAI teachers in implementing professional competence are carried out through learning planning integrated with moral values, the use of varied teaching methods, and the habituation of Islamic values in learning activities. The implementation of personal competence is reflected in the teacher’s exemplary attitude, behavior, and discipline, which serve as role models for students. Meanwhile, the implementation of social competence is carried out through good communication with students, collaboration with other teachers, and involvement in religious activities within the school environment. Supporting factors in the formation of students’ akhlakul karimah include support from the school, religious programs, and cooperation between teachers and parents. In contrast, inhibiting factors include the influence of students’ social environments, the lack of awareness among some students, and limited supervision outside the school environment. Based on these findings, it can be concluded that the strategies of Islamic Religious Education teachers in implementing professional, personal, and social competencies play an important role in supporting the formation of students’ akhlakul karimah at SMP Negeri 1 Tulang Bawang Barat. </em></p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/23928 PRAKTIK PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DALAM KERANGKA KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI SE-KECAMATAN PURBOLINGGO 2026-07-05T08:42:18+00:00 Indah Kurnia Wati indahkurnia1127@gmail.com Aguswan Khotibul Umam aguswan.kh.umam@metrouniv.ac.id Sri Andri Astuti sri.andri.astuti@metrouniv.ac.id <p>Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan nasional yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dan guru dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa serta berorientasi pada penguatan karakter. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, Kurikulum Merdeka diharapkan mampu mendorong pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dan Profil Pelajar Pancasila. Namun, dalam implementasinya, masih dijumpai berbagai tantangan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam kerangka Kurikulum Merdeka, menganalisis integrasi nilai-nilai keislaman, penguatan karakter, dan Profil Pelajar Pancasila, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus multi-situs yang dilaksanakan di tiga Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Purbolinggo, yaitu SD Negeri 1 Toto Harjo, SD Negeri 1 Taman Cari, dan SD Negeri 2 Tegal Gondo. Subjek penelitian meliputi guru PAI dan Budi Pekerti, kepala sekolah, serta siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berbasis Kurikulum Merdeka telah dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran berupa penyusunan capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan modul ajar, serta pelaksanaan pembelajaran yang mengarah pada pendekatan kontekstual. Integrasi nilai keislaman dengan ilmu sains dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, dan aktivitas pembelajaran yang relevan dengan kehidupan siswa. Faktor pendukung meliputi komitmen guru dan dukungan sekolah, serta orang tua sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa dan sarana prasarana.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/23931 IMPLEMENTASI METODE DRILL AND PRACTICE DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR AL-QUR'AN HADITS DI MADRASAH TSANAWIYAH KHAIRUL FALAH BUNGBARUH KADUR PAMEKASAN 2026-07-05T09:02:32+00:00 Jamilatul Maghfirah jamilafira10@gmail.com Atnawi atnawi@uim.ac.id Abd. Haris abd.haris@uim.ac.id Abdul Munib pon.Ireng@gmail.com <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap materi Al-Qur'an Hadits di Madrasah Tsanawiyah Khairul Falah Bungbaruh Kadur Pamekasan. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa sebagian siswa belum mampu memahami isi kandungan ayat dan hadits serta mengalami kesulitan dalam menjawab soal evaluasi. Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif, sehingga menyebabkan rendahnya antusiasme dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Padahal, pembelajaran Al-Qur'an Hadits memerlukan latihan yang berulang untuk meningkatkan keterampilan membaca, menghafal, dan memahami materi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana metode pembelajaran tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa, serta untuk menggambarkan adanya perubahan positif dalam pemahaman partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Adapun fokus penelitian ini terbagi menjadi dua hal pokok, yaitu: Pertama, Bagaimanakah implementasi metode Drill and Practice dalam peningkatan hasil belajar Al-Qur’an Hadits di Madrasah Tsanawiyah Khairul Falah Bungbaruh Kadur Pamekasan; dan Kedua, Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan model pembelajaran tersebut dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mana hasil penelitian yang diperoleh berupa data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi. Adapun sumber data dalam penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Al-Qur’an Hadits, dan peserta didik. Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan yang diperoleh di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Drill and Practice efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini tercermin dari meningkatnya kemampuan siswa baik dalam menghafal,memahami, dan menguasai materi Al-qur’an Hadits melalui latihan yang dilakukan secara berulang dan terarah. Adapun faktor pendukung keberhasilan penerapan metode ini adalah motivasi belajar siswa yang tinggi, kesiapan dan kreativitas guru, serta lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya pendidikan formal, keadaan siswa yang kelelahan ataupun ngantuk bahkan ngobrol sendiri saat pembelajaran berlangsung. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi guru maupun calon guru dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai agar hasil belajar siswa semakin meningkat.</p> 2026-07-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam