https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/issue/feed Jurnal Kajian Agama Islam 2026-09-10T05:07:18+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/26474 ANALISIS HUKUM ISLAM JUAL BELI ONLINE PAKAIAN BEKAS PADA KALANGAN REMAJA GEN-Z DALAM PERSPEKTIF TEORI IBNU KHALDUN 2026-09-09T05:02:42+00:00 Mas Amaliyatus Sholichah masamaliyaa@gmail.com <p>Artikel ini membahas hasil penelitian mengenai hukum islam jual beli <em>online</em> pakaian bekas yang digemari pada kalangan remaja Gen-Z dalam perspektif teori ibnu Khaldun. Jual beli <em>online</em> adalah kegiatan jual beli yang dilakukan pada sebuah aplikasi dan tanpa adanya pertemuan fisik antara penjual dan pembeli. Sedangkan, jual beli <em>online</em> pakaian bekas adalah kegiatan jual beli pakaian bekas yang dilakukan secara online dan tidak ada pertemua fisik antara penjual dan pembeli. Pakaian bekas adalah pakaian yang sudah dipakai oleh orang lain. Dalam penelitian ini berfokus pada pengalaman pada beberapa remaja Gen-Z terhadap praktik jual beli <em>online</em> pakaian bekas. Pada hal ini menggunakan teori pendekatan yang digunakan oleh ibnu Khaldun yakni pendekatan sosiologis dengan cara mengamati apa yang terjadi pada masyarakat terutama remaja Gen-Z. kemudian menggunakan teori pendekatan yuridis yang dimana menggabungkan hukum islam yang ada dengan praktik jual beli <em>online</em> yang terjadi. Apakah jual beli <em>online</em> pakaian bekas yang terjadi pada kalangan remaja Gen-Z sudah sesuai dengan hukum islam. Hasil dari penelitian ini adalah jual beli online pakaian bekas adalah sah dengan aturan harus memenuhi rukun dan syarat pada jual beli.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/26555 MOTIVASI BELAJAR, EFIKASI DIRI DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PENGGERAK MANDIRI BELAJAR AKADEMIK SISWA UPT SD NEGERI 313 GRESIK 2026-09-10T05:07:18+00:00 Yustiana Nengseh yustia1978@gmail.com Nelud Darajaatul Aliyah neluddarajaatul@unsuri.ac.id Didit Darmawan dr.diditdarmawan@gmail.com <p><strong>:</strong> Pendidikan merupakan salah satu unsur kunci dalam membentuk perkembangan dan kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar dan efikasi diri terhadap kemandirian belajar siswa di Unit Pelaksana Teknis Sekolah Dasar Negeri 313 Gresik. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 68 siswa yang dipilih secara acak. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa yang menjadi sampel penelitian. Angket disusun untuk memperoleh informasi mengenai tingkat motivasi belajar, efikasi diri, dan penggunan media sosial kemandirian belajar siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh. Analisis data menggunakan metode statistik yang tepat untuk mengidentifikasi pengaruh antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pemahaman lebih jauh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa, khususnya dalam konteks pengaruh motivasi belajar dan efikasi diri. Hasilnya motivasi belajar dan efikasi diri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemandirian belajar siswa.</p> <p><em>Education is one of the key elements in shaping student development and independence. This research aims to analyze the influence of learning motivation and self-efficacy on student learning independence at the Technical Implementation Unit of State Elementary School 313 Gresik. Therefore, this research uses quantitative methods. The number of samples used in this research was 68 students selected randomly. The data collection process was carried out through distributing questionnaires to students who were the research samples. The questionnaire was prepared to obtain information regarding the level of learning motivation, self-efficacy, and students' use of social media, independent learning. Sampling was carried out randomly to ensure the validity of the data obtained. Data analysis uses appropriate statistical methods to identify the influence between the variables studied. It is hoped that the results of this research can contribute to further understanding of the factors that influence student learning independence, especially in the context of the influence of learning motivation and self-efficacy. As a result, learning motivation and self-efficacy have a significant influence on students' level of learning independence.</em></p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/26549 EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM DALAM SASTRA ADAT MINANGKABAU 2026-09-10T04:39:54+00:00 Thulus G. Syahbana teguhsyahbana1@gmail.com Wedra Aprison wedraaprisoniain@gmail.com <p>Epistemologi pendidikan Islam membahas seluruh aspek yang terkait dengan pengetahuan pendidikan Islam, sehingga memiliki cakupan yang luas sekali. Epistemologi pendidikan Islam meliputi pembahasan yang berkaitan dengan seluk beluk pengetahuan pendidikan Islam mulai dari hakikat pendidikan Islam, asal usul pendidikan Islam, sumber pendidikan Islam, metode membangun pendidikan Islam, unsur pendidikan Islam, sasaran pendidikan Islam, macam-macam pendidikan Islam dan sebagainya. Salah satu yang bisa menjadi epistimologi pendidikan Islam adalah sastra adat Minangkabau. Ruang lingkup sastra Minangkabau tentu saja adalah karya sastra yang berada dalam ruang lingkup wilayah Minangkabau. Kesastraan Minangkabau adalah kesastraan adat, yaitu gambaran perasaan dan pikiran dalam tataran alur patut yang diungkapkan dengan bahasa Minangkabau yang diwariskan secara turun temurun. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan studi literatur (literature review) yaitu pada riset pustaka&nbsp; (library research). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sastra dalam adat Minangkabau bisa menjadi landasan epistimologi dalam pendidikan Islam. Sastra adat Minangkabau bisa menjadi epistimologi dalam pendidikan Islam khususnya dalam materi pelajaran di beberapa mata pelajaran sebagai sumber pengetahuan dalam pendidikan Islam. Seperti dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum dan mata pelajaran Aqidah dan Akhlak di sekolah berbasis madrasah. Karena sastra minangkabau berasal dari adat dan adat minangkabau juga berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Sesuai dengan hakikat dan tujuan pendidikan Islam bahwa memanusiakan manusia, membantu manusia menyempurnakan dirinya sebagai manusia sesuai dengan ajaran agama Islam juga berlandaskan Al-qur’an dan Sunnah.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/26542 TINJAUAN HUKUM ISLAM MENGENAI HIRFAH (PROFESI) CALON SUAMI SEBAGAI KRTERIA KAFA’AH DALAM PERKAWINAN 2026-09-10T04:14:59+00:00 Ayu Rahayu. H 05120200014@student.umi.ac.id Said Syarifuddin saidsyarifuddin.abubaedah@umi.ac.id Andi Hasriani andi.hasriani@umi.ac.id <p>Konsep yang biasa dikenal dalam masyarakat ketika hendak memilih calon pasangan hidup untuk membangun kehidupan bersama adalah konsep bibit, bebet, dan bobot. Konsep yang telah berkembang dalam masyarakat ini sering digunakan oleh para wali dari seorang perempuan untuk memilih calon mantunya atau memilih calon suami bagi anaknya. Konsep ini bisa digunakan dengan syarat harus tetap berdasar terhadap dalil-dalil dalam ajaran agama Islam yang ada, dan bukan pada tradisi yang keliru. Meskipun tradisi juga bisa dijadikan landasan dalam merumuskan sebuah hukum dalam ajaran agama Islam yang biasa disebut dengan ‘Urf. Terkait dengan adanya sebuah keberagaman kriteria tentang kafa’ah yang telah dirumuskan oleh para ulama dan kebiasaan masyarakat (tradisi) yang bekembang dalam sosial kehidupan dan bisa dijadikan hukum.</p> <p><em>The concepts commonly known in society when choosing a potential life partner to build a life together are the concepts of seed, bebet, and weight. This concept, which has developed in society, is often used by a woman's guardians to choose their future in-laws or choose a future husband for their child. This concept can be used on condition that it remains based on the postulates in existing Islamic religious teachings, and not on erroneous traditions. Although tradition can also be used as a basis for formulating a law in Islamic religious teachings which is usually called 'Urf. This is related to the existence of a diversity of criteria regarding kafa'ah that have been formulated by scholars and community habits (traditions) that have developed in social life and can be made into law.</em></p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/26551 UPAYA KYAI DALAM PEMBINAAN ETIKA BERKOMUNIKASI PADA SANTRI STUDI KASUS BLOK G2 PPTQ AL-ASY'ARIYYAH PUSAT KALIBEBER MOJOTENGAH WONOSOBO TAHUN 2023 2026-09-10T04:59:27+00:00 Ngarifin Shiddiq ngarifin@unsiq.ac.id Vava Imam Agus Faisal vavaimam@unsiq.ac.id Anggita Aviani rizkania888@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengatahui bagaimana konsep kyai dalam berkomunikasi dengan santri di Blok G2 PPTQ Al-Asy'ariyyah Wonosobo, 2) Mengetahui bagaimana upaya kyai dalam pembinaan etika berkomunikasi pada santri di Blok G2 PPTQ Al-Asy'ariyyah Wonosobo, 3) mengetahui bagaimana faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi pembinaan etika berkomunikasi pada santri di Blok G2 PPTQ Al-Asy'ariyyah Wonosobo. Skripsi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat lapangan. Dimana jenis penelitian ini yaitu deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu Kyai, Pengurus/Pembina, Santri Blok G2. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian sumber data diperoleh dari penelitian lapangan, penelitian kualitatif dan studi kasus. Adapun Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik analisis data yaitu analisis terhadap data yang berhasil dikumpulkan oleh penelitian melalui perangkat metodologi. Dimana data diperoleh menggunakan proses analisis data sebagai berikut: 1). Reduksi data, 2). Penyajian data dan, 3). Kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). konsep komunikasi antara kyai dan santri di blok G2 PPTQ Al-Asy'ariyyah Pusat memiliki sifat yang unik dan kompleks, yang mencakup transfer ilmu pengetahuan serta pembinaan moral, spiritual, dan karakter. 2). Upaya kyai dalam membina etika berkomunikasi santri dianggap efektif, didorong oleh antusiasme santri terhadap kyai dan melalui berbagai program seperti kegiatan umum, khusus, penyampaian pembelajaran, dan evaluasi. Akibatnya, karakter santri cenderung lebih terjaga tata kramanya, berbicara sopan, dan mampu menyampaikan informasi yang relevan kepada masyarakat. 3). Faktor pendukung pembinaan etika berkomunikasi meliputi semangat dan minat santri, dukungan orang tua, serta fasilitas di pondok pesantren, sementara faktor penghambatnya meliputi pergaulan di lingkungan sekolah yang beragam dan pengaruh media sosial yang memengaruhi tren perilaku.</p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/26545 PEMBAGIAN HARTA WARISAN PADA KELUARGA BEDA AGAMA 2026-09-10T04:18:45+00:00 Dea Gloria Evira Putri deagloria16@gmail.com Akhmad Qomaru Zaman qomaru@unipasby.ac.id <p>Pembagian harta warisan sering kali menimbulkan persoalan dalam keluarga, terlebih pembagian harta, dan warisan dalam keluarga yang berbeda agama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan dengan mematuhi ketentuan dan peraturan yang ada di dalam Kompilasi Hukum Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pembagian harta warisan dalam Islam dan praktik pembagian harta warisan pada keluarga yang berbeda agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak-anak pewaris dan pemuka Agama Islam. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan mekanisme reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik pembagian harta warisan dalam Islam untuk laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Pembagian warisan dalam Islam melarang memberikan warisan kepada anak yang berbeda agama, tetapi anak tersebut bisa mendapat warisan dari orang tua melalui hibah, wasiat, dan pemberian hadiah atau hanya mendapat warisan sebesar 1/3 saja. Praktik pembagian harta warisan pada keluarga beda agama dalam Keluarga Bani Sarpan adalah semua anak mendapat warisan dari orang tua baik muslim maupun non muslim, walapun pembagian harta warisan tersebut tidak dibagikan sama rata.</p> <p><em>The division of inherited assets often causes problems within the family, especially the division of assets and inheritance in families of different religions. To overcome this problem, this is done by complying with the provisions and regulations contained in the Compilation of Islamic Law. The aim of this research is to examine the distribution of inheritance in Islam and the practice of dividing inheritance in families of different religions. This research uses a qualitative research approach. Data collection techniques use interviews, observation and documentation. The research subjects were the children of heirs and leaders of the Islamic religion. Data analysis uses qualitative analysis with data reduction, data presentation and verification mechanisms. The validity of the data in this research uses triangulation of techniques and sources. The research results show that in practice the division of inheritance in Islam for men and women is 2:1. Distribution of inheritance in Islam prohibits giving inheritance to children of different religions, but the child can inherit from their parents through gifts, wills, and gifts or only inherit 1/3. The practice of dividing inheritance among families of different religions in the Bani Sarpan family is that all children inherit from their parents, both Muslim and non-Muslim, even though the inheritance is not distributed equally.</em></p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam