Jurnal Kajian Agama Islam https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai id-ID Jurnal Kajian Agama Islam “ANALISIS KOMPARATIF SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN FINLANDIA” https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/21806 <p>Pendidikan merupakan unsur penting dalam pembangunan bangsa karena berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda sesuai dengan kebijakan, budaya, dan tujuan nasionalnya. Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan pendidikan, seperti ketimpangan kualitas pendidikan, metode pembelajaran yang kurang aktif, sistem evaluasi yang lebih berorientasi pada nilai, serta tingginya beban belajar siswa. Sementara itu, Finlandia dikenal memiliki sistem pendidikan yang lebih fleksibel, merata, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Perbedaan tersebut menjadi alasan penting untuk melakukan kajian perbandingan antara kedua sistem pendidikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan sistem pendidikan Indonesia dan Finlandia, khususnya pada aspek kurikulum, metode pembelajaran, sistem evaluasi, peran guru, beban belajar siswa, dan kesetaraan pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memberikan gambaran mengenai aspek-aspek positif dari sistem pendidikan Finlandia yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui studi literatur dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan laporan resmi yang berkaitan dengan sistem pendidikan Indonesia dan Finlandia. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan agar diperoleh pemahaman yang sistematis mengenai perbandingan kedua sistem pendidikan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Finlandia lebih menekankan fleksibilitas kurikulum, pembelajaran yang berpusat pada siswa, evaluasi yang menyeluruh, serta kesejahteraan peserta didik. Guru di Finlandia juga memiliki tingkat profesionalisme dan kepercayaan yang tinggi. Sementara itu, sistem pendidikan Indonesia masih cenderung berorientasi pada standar nasional dan pencapaian akademik. Oleh karena itu, Indonesia perlu melakukan pengembangan pendidikan dengan mengadaptasi berbagai keunggulan sistem pendidikan Finlandia secara kontekstual sesuai dengan kebutuhan nasional.</p> Sumiyati Sri Mulyani Nuramira Rahmat Hidayat Ika Kurnia Sofiani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BERPRESTASI DAN NONPRESTASI DI SEKOLAH NEGERI DAN SEKOLAH SWASTA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/22164 <p>Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan akademik siswa dalam proses pendidikan. Perbedaan motivasi belajar antara siswa berprestasi dan nonprestasi sering ditemukan baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian motivasi belajar, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa berprestasi dan nonprestasi, serta membandingkan motivasi belajar siswa di sekolah negeri dan sekolah swasta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, artikel, dan berbagai sumber akademik yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan penelusuran literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal yang memengaruhi semangat serta kesungguhan siswa dalam belajar. Siswa berprestasi umumnya memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa nonprestasi karena didukung oleh tujuan belajar yang jelas, disiplin, dan rasa percaya diri yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar meliputi faktor internal seperti minat belajar dan kondisi psikologis, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga, lingkungan sekolah, metode pembelajaran, teman sebaya, dan perkembangan teknologi. Selain itu, terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa di sekolah negeri dan sekolah swasta. Sekolah negeri memiliki lingkungan belajar yang lebih beragam dengan tingkat persaingan akademik yang tinggi, sedangkan sekolah swasta cenderung memiliki pengawasan dan pembinaan belajar yang lebih intensif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh besar terhadap prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sosial dalam meningkatkan motivasi belajar siswa agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.</p> Bambang Irawan Rona Gusthio Syahrul Ika Kurnia Sofiani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER DAN KOMPETENSI GLOBAL DALAM MENGAHADAPI TANTANGAN ABAD 21 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/21925 <p>Perkembangan abad ke-21 ditandai dengan kemajuan teknologi, globalisasi, serta perubahan sosial yang menuntut sistem pendidikan mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kompetensi global. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep, perbedaan, relevansi, serta upaya integrasi antara pendidikan berbasis karakter dan kompetensi global dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (literature review) melalui pengumpulan berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, kelebihan, dan kelemahan kedua pendekatan pendidikan tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis karakter berfokus pada pembentukan nilai moral, etika, tanggung jawab, dan integritas peserta didik, sedangkan pendidikan berbasis kompetensi global menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital. Kedua pendekatan tersebut memiliki relevansi yang sama penting dalam menghadapi tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial. Oleh karena itu, integrasi pendidikan berbasis karakter dan kompetensi global menjadi solusi strategis dalam menciptakan sistem pendidikan yang holistik, adaptif, dan seimbang. Integrasi tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, budaya sekolah, pemanfaatan teknologi, serta penguatan peran guru. Dengan demikian, pendidikan diharapkan mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu berkontribusi secara positif di tingkat global.</p> Nurul Laili Sarmila Tria Julita Nurfatin Hakiki Ika Kurnia Sofiani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam 2026-05-30 2026-05-30 10 5 DINAMIKA PELAKSANAAN PENDIDIKAN ISLAM LUAR SEKOLAH: STUDI PADA TPQ AL-IKHLAS DESA BABAKAN BARU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/21910 <p>Pendidikan Islam luar sekolah merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius anak di lingkungan masyarakat. Keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) menjadi sarana pendidikan agama yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman dasar keislaman, serta pembinaan akhlak peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pelaksanaan pendidikan Islam luar sekolah di TPQ Al-Ikhlas Desa Babakan Baru, yang meliputi pelaksanaan pembelajaran, peluang pendidikan, problematika yang dihadapi, serta upaya dalam mengatasi kendala pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas pembina TPQ, pengajar, dan wali santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan di TPQ Al-Ikhlas dilakukan secara rutin melalui kegiatan membaca Al-Qur’an menggunakan metode Iqra’, hafalan surat pendek, doa harian, praktik ibadah, serta pembinaan akhlak Islami. Dukungan masyarakat dan lingkungan yang religius menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan pendidikan di TPQ. Namun demikian, pelaksanaan pendidikan masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, kurangnya tenaga pengajar, serta kedisiplinan santri yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pengelola TPQ, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam luar sekolah agar proses pembelajaran dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.</p> Nadila Peratiwi Muhammad Idris Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam 2026-05-30 2026-05-30 10 5 STRATEGI PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK DALAM PSIKOLOGI ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/22218 <p>Artikel ini membahas strategi pembinaan akhlak peserta didik dalam perspektif psikologi Islam. Pembinaan akhlak menjadi aspek penting dalam dunia pendidikan karena perkembangan teknologi dan media sosial telah memengaruhi perilaku peserta didik. Psikologi Islam memandang bahwa pembentukan akhlak tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran teori, tetapi juga melalui pembiasaan, keteladanan, pengawasan, dan penguatan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Salah satu berita yang dianalisis adalah berita tentang pentingnya program keagamaan di sekolah untuk membentuk karakter siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembinaan akhlak dapat dilakukan melalui kegiatan religius, disiplin, pembiasaan ibadah, dan keterlibatan seluruh lingkungan pendidikan. Selain itu, ditemukan beberapa kesalahan ejaan dalam berita yang dianalisis berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Dengan demikian, strategi pembinaan akhlak dalam psikologi Islam perlu diterapkan secara berkelanjutan agar peserta didik memiliki karakter religius, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial</p> <p><em>This article discusses strategies for developing students' morals from an Islamic psychology perspective. Moral development has become a crucial aspect in education because technological developments and social media have influenced student behavior. Islamic psychology views moral development as not only achieved through theoretical learning, but also through habituation, role modeling, supervision, and strengthening spiritual values. This research used qualitative methods. One of the news items analyzed was about the importance of religious programs in schools for shaping student character. The analysis showed that moral development can be achieved through religious activities, discipline, habituation of worship, and involvement of the entire educational environment. Furthermore, several spelling errors were found in the news items analyzed based on the General Guidelines for Indonesian Spelling (PUEBI). Therefore, moral development strategies in Islamic psychology need to be implemented sustainably so that students develop religious, disciplined, and responsible character in social life.</em></p> Amelia Wahyuning Dyna Ellen Prima Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam 2026-05-30 2026-05-30 10 5 MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/22065 <p>Motivasi dalam pembelajaran merupakan faktor penting yang berperan dalam menentukan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan. Motivasi tidak hanya mendorong peserta didik untuk belajar, tetapi juga memengaruhi tingkat keaktifan, konsentrasi, disiplin, dan ketekunan dalam mengikuti proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk membahas konsep motivasi dalam pembelajaran, jenis-jenis motivasi, serta pengaruhnya terhadap hasil belajar peserta didik. Selain itu, artikel ini juga mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar, baik faktor internal seperti minat, bakat, dan kepercayaan diri, maupun faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, peran guru, metode pembelajaran, serta sarana pendidikan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung lebih aktif, kreatif, dan mampu mencapai prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan peserta didik yang memiliki motivasi rendah. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif dan lingkungan belajar yang mendukung agar motivasi peserta didik dapat terus meningkat sehingga proses pembelajaran berlangsung secara efektif, efisien, dan optimal.</p> <p>Motivation in learning is an important factor that plays a significant role in determining students’ success in achieving educational goals. Motivation not only encourages students to learn, but also influences their level of participation, concentration, discipline, and persistence during the learning process. This article aims to discuss the concept of motivation in learning, the types of motivation, and their influence on students’ learning outcomes. In addition, this article examines the factors that affect learning motivation, including internal factors such as interest, talent, and self-confidence, as well as external factors such as family environment, teacher support, learning methods, and educational facilities. The discussion shows that students with high learning motivation tend to be more active, creative, and able to achieve better academic performance compared to students with low motivation. Therefore, innovative learning strategies and a supportive learning environment are needed to enhance and maintain students’ motivation so that the educational process can run effectively, efficiently, and optimally.</p> Yuliana Ningsih Wafiq Azizah Mustika Sari'ah Siagian Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam 2026-05-30 2026-05-30 10 5 DINAMIKA ISLAM DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jkai/article/view/21912 <p>Dinamika Islam di Indonesia merupakan proses perkembangan Islam yang berlangsung secara bertahap dan damai melalui perdagangan, dakwah, pendidikan, serta interaksi sosial dan budaya. Penyebaran Islam yang mampu menyesuaikan diri dengan budaya lokal menjadikan Islam mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya, Islam tidak hanya berfungsi sebagai agama, tetapi juga memberikan pengaruh dalam bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Pada masa kolonial, umat Islam menghadapi berbagai tantangan akibat dominasi bangsa Barat yang kemudian melahirkan gerakan pembaruan dan perlawanan. Memasuki masa kemerdekaan hingga era reformasi, Islam terus berkembang melalui organisasi Islam, modernisasi pendidikan, dan meningkatnya peran intelektual Muslim dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, perkembangan tersebut juga menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme, dan perubahan sosial budaya. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman Islam yang moderat, inklusif, dan toleran agar tetap mampu menjadi kekuatan yang mendukung persatuan dan kemajuan bangsa.</p> <p>The dynamics of Islam in Indonesia represent a gradual and peaceful process of Islamic development through trade, da’wah, education, and socio-cultural interactions. The adaptive spread of Islam toward local culture made it widely accepted by Indonesian society. In its development, Islam has functioned not only as a religion but also as an influence in social, political, economic, educational, and cultural aspects.During the colonial era, Muslims faced various challenges due to Western domination, which later encouraged reform and resistance movements. Entering the independence and reform eras, Islam continued to develop through Islamic organizations, educational modernization, and the increasing role of Muslim intellectuals in national life. However, these developments also face challenges such as globalization, radicalism, and socio-cultural changes. Therefore, a moderate, inclusive, and tolerant understanding of Islam is needed so that it can continue to support national unity and national progress.</p> Yuliana Ningsih Sayyidah Hanifah Mustika Sari'ah Siagian Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kajian Agama Islam 2026-05-30 2026-05-30 10 5