PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: ASAL MULA KONSEP HINGGA PERKEMBANGANNYA SAAT INI
Kata Kunci:
Pendidikan Multikultural, Globalisasi, Literasi DigitalAbstrak
Pendidikan multikultural merupakan pendekatan strategis dalam membangun sikap toleran, inklusif, dan kompetensi antarbudaya di tengah masyarakat yang semakin majemuk. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji asal mula konsep pendidikan multikultural, perkembangan pemikirannya secara global dan di Indonesia, kerangka teoretis yang digunakan, serta tantangan implementasinya di era globalisasi dan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya berfungsi sebagai integrasi konten budaya dalam kurikulum, tetapi juga menuntut perubahan paradigma pedagogis, budaya sekolah, dan keterlibatan masyarakat. Namun, implementasinya masih dihadapkan pada tantangan kompetensi guru, resistensi sosial-budaya, kesenjangan akses teknologi, serta lemahnya evaluasi sikap dan nilai. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan pendidikan multikultural memerlukan kebijakan yang konsisten, pelatihan guru berkelanjutan, serta integrasi literasi digital berbasis nilai keberagaman agar tujuan pendidikan yang inklusif dapat tercapai secara berkelanjutan.
Multicultural education is a strategic approach to fostering tolerant, inclusive attitudes and intercultural competence in increasingly diverse societies. This article aims to examine the origins of the concept of multicultural education, the development of its theoretical perspectives globally and in Indonesia, the main theoretical frameworks employed, and the challenges of its implementation in the era of globalization and digital transformation. This study adopts a qualitative approach through a literature review by analyzing relevant books, scholarly journal articles, and policy documents. The findings indicate that multicultural education functions not only as the integration of cultural content into the curriculum, but also requires a transformation of pedagogical paradigms, school culture, and community involvement. However, its implementation still faces challenges such as limited teacher competence, socio-cultural resistance, unequal access to technology, and weak evaluation of students’ attitudes and values. This article concludes that strengthening multicultural education requires consistent policies, continuous teacher professional development, and the integration of digital literacy grounded in values of diversity in order to achieve sustainable inclusive education.


