KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA POLA DAN DESAIAN KAIN TENUN KEWATEK LAMAHOLOT

Penulis

  • Bernadus Bin Frans Resi Institusi Keguruan Dan Teknologi Larantuka
  • Yuliana Jawa Liwun Institusi Keguruan Dan Teknologi Larantuka

Kata Kunci:

Etnomatematika, Kain Tenun Lamaholot, Belah Ketupat, Pola Geometris, Budaya Lokal

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam pola dan desain kain tenun kewatek Lamaholot melalui analisis motif tradisional, dengan fokus pada motif berbentuk belah ketupat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, meliputi observasi visual motif, dokumentasi desain tenun, dan wawancara dengan penenun lokal untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai proses pembuatan motif dan makna budaya di baliknya. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif belah ketupat pada tenun Kewatek Lamaholot memuat sejumlah konsep matematika: bentuk geometri datar (belah ketupat, segi empat, segitiga), konsep simetri (simetri lipat dan simetri putar), pola pengulangan (tessellation atau pola repetisi), serta struktur spasial dan proporsi dalam penyusunan motif. Temuan ini mengindikasikan bahwa masyarakat Lamaholot telah secara intuitif menerapkan prinsip-prinsip matematika dalam tradisi tenun mereka. Dengan demikian, kain tenun Kewatek Lamaholot—melalui motif belah ketupat—menyajikan potensi sebagai media pembelajaran matematika kontekstual serta pelestarian budaya lokal.

This study aims to uncover the ethnomathematical elements contained in the patterns and designs of Lamaholot Kewatek woven cloth through an analysis of traditional motifs, with a focus on the rhombus motif. The research method used was qualitative with an ethnographic approach, encompassing visual observation of the motifs, documentation of the woven designs, and interviews with local weavers to gain an in-depth understanding of the motif-making process and its cultural significance. The results indicate that the rhombus motif in Lamaholot Kewatek woven cloth embodies several mathematical concepts: flat geometric shapes (rhombuses, quadrilaterals, and triangles), symmetry (fold symmetry and rotational symmetry), repetition patterns (tessellation), and spatial structure and proportion in the arrangement of the motifs. These findings indicate that the Lamaholot people have intuitively applied mathematical principles in their weaving tradition. Thus, Lamaholot Kewatek woven cloth—through its rhombus motif—presents potential as a medium for contextual mathematics learning and the preservation of local culture.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30