ANALISIS HIKMAH IBADAH ZAKAT DAN WAKAF DALAM KEHIDUPAN MODERN

Penulis

  • Kanda Maulana UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Khalid Al Walid UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Khairu Nissa Adriani UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Ridwal Trisoni UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Muhammad Yahya UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Kata Kunci:

Zakat, Wakaf, Transformasi Sosial, Etika Islam, Masyarakat Modern

Abstrak

Di tengah dunia modern yang serba cepat saat ini, masyarakat dibentuk oleh perubahan norma sosial yang berlangsung dengan pesat, meluasnya ekonomi global, serta pesatnya perkembangan teknologi digital. Keseluruhan faktor tersebut telah membawa perubahan mendasar dalam cara manusia memandang dan menjalankan agama. Akibatnya, banyak kewajiban keagamaan yang direduksi menjadi sekadar formalitas administratif dan rutinitas belaka, sementara praktik seperti zakat dan wakaf sering kali dipahami tidak lebih dari ritual kewajiban semata. Kondisi ini telah melemahkan peran etis, sosial, dan transformatif yang lebih mendalam dari zakat dan wakaf, terutama di tengah meningkatnya kesenjangan ekonomi, melemahnya ikatan sosial kemasyarakatan, serta kompleksitas persoalan etika dalam kehidupan modern. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini mengkaji secara mendalam hikmah dan penerapan nyata zakat dan wakaf sebagai instrumen pengembangan sosial dan spiritual dalam konteks kehidupan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari sumber-sumber Islam klasik seperti Al-Qur’an dan Hadis, karya-karya ulama Muslim, serta literatur akademik kontemporer yang membahas tantangan sosial, ekonomi, dan moral masyarakat modern. Analisis dilakukan melalui analisis isi dan konseptual dengan pendekatan interpretatif yang mempertimbangkan konteks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa zakat dan wakaf mengandung makna spiritual, etis, dan sosial yang sangat mendalam, jauh melampaui sekadar pemenuhan ketentuan hukum formal. Zakat, misalnya, berperan dalam pembentukan karakter individu, menumbuhkan empati sosial, serta meningkatkan kesehatan mental. Sementara itu, wakaf memiliki potensi besar sebagai aset produktif yang mampu mendorong kemajuan sosial jangka panjang.

In today's fast-paced world, societies are shaped by rapid changes in social norms, the spread of the global economy, and the explosion of digital technology, all of which have profoundly changed how people view and engage with religion. As a result, many religious obligations have been reduced to mere administrative and routine formalities, and things like zakat and waqf are often seen as little more than obligatory rituals. This has weakened their deeper ethical, social, and transformative roles, especially considering the growing economic disparities, weakening community ties, and ethical dilemmas of modern life. To address these issues, my study explores the deeper wisdom and real-world applications of zakat and waqf as tools for social and spiritual growth in our current era. For this research, I used qualitative methods, relying on desk-based research. I gathered information from classical Islamic sources such as the Quran and Hadith, the writings of Muslim scholars, and modern academic works exploring the social, economic, and moral challenges in today's society. I analyzed these issues using content and conceptual analysis, taking an interpretive approach that takes the context into account. What I discovered was that zakat and waqf contain profound spiritual, ethical, and social meanings that go far beyond their basic legal requirements. Zakat, for example, helps build personal character, foster empathy in society, and improve mental health, while waqf has great potential as a productive asset for long-term social progress.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30