EFEKTIFITAS PENERAPAM KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 35 KOTA LUBUKLINGGAU
Kata Kunci:
Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Sekolah Dasar, Profil Pelajar Pancasila (P5)Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran di SD Negeri 35 Kota Lubuklinggau. Kajian ini dilakukan karena perubahan kurikulum menuntut satuan pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan pendekatan pembelajaran baru yang menekankan fleksibilitas, diferensiasi, serta penguatan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan projek tematik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada beberapa aspek penting, yaitu tingkat kesiapan guru dalam memahami komponen Kurikulum Merdeka, kesesuaian perangkat pembelajaran yang digunakan, penerapan strategi diferensiasi dalam kegiatan belajar mengajar, kualitas pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), tingkat keterlibatan dan respons peserta didik selama proses pembelajaran, serta hambatan-hambatan yang dialami sekolah selama implementasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena metode tersebut memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai proses implementasi kurikulum secara kontekstual. Data dikumpulkan melalui serangkaian observasi kelas untuk melihat praktik pembelajaran secara langsung, wawancara dengan guru dan pihak sekolah untuk menggali pengalaman implementasi, serta analisis dokumen seperti modul ajar, Rencana Pembelajaran, dan berkas pelaksanaan projek P5. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga hasil penelitian dapat disusun secara sistematis. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 35 Kota Lubuklinggau telah menunjukkan hasil yang cukup positif. Guru mulai mampu mengelola pembelajaran yang lebih fleksibel dan memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing. Penerapan diferensiasi juga mulai terlihat dalam bentuk penyesuaian kegiatan, media, maupun produk pembelajaran. Selain itu, pelaksanaan projek P5 dinilai memberi kontribusi besar terhadap peningkatan kreativitas, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Peserta didik menunjukkan tingkat antusiasme yang lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan pendekatan kurikulum sebelumnya. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala yang masih perlu diperhatikan. Beberapa guru mengungkapkan bahwa penyusunan modul ajar mandiri membutuhkan waktu dan keterampilan khusus. Sarana pembelajaran berbasis digital masih terbatas, sehingga pemanfaatan teknologi belum optimal. Selain itu, beban administrasi yang muncul selama proses implementasi masih dirasakan cukup berat oleh sebagian pendidik. Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa dukungan dalam bentuk pelatihan lanjutan, peningkatan sarana prasarana, serta pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih efektif. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar apabila didukung oleh kesiapan guru, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta kebijakan sekolah yang adaptif. Penerapan kurikulum ini tidak hanya berdampak pada penguatan kompetensi dasar siswa, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan sosial mereka melalui kegiatan pembelajaran yang lebih partisipatif dan bermakna. Dengan demikian, keberlanjutan implementasi Kurikulum Merdeka perlu didukung melalui strategi pendampingan yang konsisten dari pihak sekolah, dinas pendidikan, maupun pemerintah pusat agar kualitas pembelajaran dapat terus meningkat secara signifikan


