HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING DENGAN TINGKAT STRESS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IBUH PAYAKUMBUH TAHUN 2024
Kata Kunci:
Kesejahteraan Spiritual, Stres, Diabetes MelitusAbstrak
Diabetes mellitus is a global health problem where around 10.5% of the world's population lives with diabetes. Likewise in the Ibuah Community Health Center working area, in 2023 there will be 226 cases of diabetes recorded and this figure is the highest found in Payakumbuh City. Diabetes mellitus sufferers are a group that is vulnerable to psychological problems, especially stress levels related to changes in health conditions and the threat of complications. One of the factors that is thought to influence the psychological condition of patients suffering from chronic illnesses is the aspect of spirituality, where spirituality will have a positive effect on the individual's psychological balance. This research aims to determine the relationship between spiritual well-being and the stress level of diabetes mellitus sufferers. The type of research is correlational with a cross sectional study approach which was carried out in July 2024 in the Ibuah Health Center Work Area. The population is all diabetes mellitus patients, namely 226 people. Sampling used a purposive sampling technique with a sample size of 145 respondents. Data collection used instruments in the form of SWBS and PSS10 questionnaires. Data analysis includes univariate analysis and bivariate analysis using Spearman rank. The results showed that 47.6% of respondents were moderately spiritual and 56.6% were moderately stressed and there was a negative and significant relationship between spiritual well-being and the stress level of diabetes mellitus patients with a strong relationship strength (p=0.000, r=-0.655 ). It was concluded that spiritual well-being was significantly related to stress levels in diabetes mellitus sufferers. It is hoped that all parties, especially health workers, will also pay attention to aspects of patient spirituality in providing nursing care for patients with diabetes mellitus.
Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global di mana sekitar 10,5% populasi dunia hidup dengan diabetes. Begitu pula di wilayah kerja Puskesmas Ibuah, pada tahun 2023 tercatat 226 kasus diabetes dan angka ini merupakan yang tertinggi di Kota Payakumbuh. Penderita diabetes melitus merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah psikologis, terutama tingkat stres yang berkaitan dengan perubahan kondisi kesehatan dan ancaman komplikasi. Salah satu faktor yang dianggap mempengaruhi kondisi psikologis pasien yang menderita penyakit kronis adalah aspek spiritualitas, di mana spiritualitas akan berpengaruh positif terhadap keseimbangan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dan tingkat stres penderita diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan studi potong lintang yang dilakukan pada bulan Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Ibuah. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus, yaitu 226 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 145 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner SWBS dan PSS10. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,6% responden memiliki tingkat spiritualitas sedang dan 56,6% memiliki tingkat stres sedang, serta terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kesejahteraan spiritual dan tingkat stres pasien diabetes melitus dengan kekuatan hubungan yang kuat (p=0,000, r=-0,655). Disimpulkan bahwa kesejahteraan spiritual berhubungan signifikan dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus. Diharapkan semua pihak, terutama tenaga kesehatan, juga memperhatikan aspek spiritualitas pasien dalam memberikan perawatan keperawatan bagi pasien diabetes melitus.


