INOVASI DAUR ULANG BOTOL PLASTIK BEKAS MENJADI RAK SEPATU YANG RAMAH LINGKUNGAN

Penulis

  • Ferintianus Marus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Alviansius Magung Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Valdetrudis Dimu Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Melania Eka Wahyuni Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Enilia Lekadin Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Beatriks Puspita Savita Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng
  • Emerensiana Jebarus Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Kata Kunci:

Pengembangan Rak Sepatu, Sampah Plastik, Daur Ulang Sampah

Abstrak

Kabupaten Manggarai merupakan salah satu daerah yang menghadapi permasalahan lingkungan hidup yang cukup serius, khususnya terkait dengan tingginya jumlah sampah plastik yang dihasilkan. Temuan tersebut diperkuat melalui pengamatan langsung yang mengindikasikan banyaknya jenis sampah, baik organik maupun non organik yang tercecer di area sekitar, seperti dijalanan, selokan, dan lorong-lorong pemukiman. Disamping itu, tidak ditemukan sarana tempat sampah yang memadai termasuk tempat sampah darurat dilokasi penelitian. Situasi ini mengindikasikan perlunya pendekatan edukatif dan kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Objek penelitian ini yaitu kelurahan Bangka Nekang, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Sedangkan subjek dalam penelitiannya yaitu RT 020 dan RW 005.  Pelaksanaan kegiatan ini berhasil menghasilkan satu unit prototipe fungsional yang efektif mengurangi sampah plastik rumah tangga di RT 020 RW 005 melalui proses partisipatif, yaitu pengumpulan sampah, pemotongan plastik, pembersihan botol Aqua, serta pengisian dengan resin sebagai perekat. Secara keseluruhan, hasil kegiatan berkontribusi positif pada pengelolaan limbah berkelanjutan di Kelurahan Bangka Nekang, membuktikan potensi luas untuk aplikasi lebih luas di rumah tangga. Namun, produk prototipe memiliki kekurangan berupa ketahanan terbatas terhadap beban ekstrem dan deformasi akibat panas matahari, serta ketergantungan pada penyimpanan teduh untuk umur pakai optimal. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, direkomendasikan penguatan struktur melalui pelapis alami guna meningkatkan ketahanan, serta pelatihan mandiri bagi warga RT 020 RW 005 agar mampu memproduksi secara massal. Selain itu, diharapkan warga dapat meneruskan kegiatan ini secara berkelanjutan guna mengurangi sampah yang berserakan.

Manggarai Regency is one of the areas that faces quite serious environmental problems, especially related to the high amount of plastic waste produced. The findings are strengthened through direct observation which indicates the many types of waste, both organic and non-organic, scattered in the surrounding area, such as on streets, sewers, and residential alleys. In addition, adequate garbage bin facilities were not found, including emergency garbage cans at the research site. This situation indicates the need for an educational and collaborative approach to increase public awareness of sustainable environmental management. This research uses a Research and Development (R&D) model with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) approach. The object of this research is Bangka Nekang Village, Langke Rembong District, Manggarai Regency. Meanwhile, the subjects in the research are RT 020 and RW 005.  The implementation of this activity succeeded in producing a functional prototype unit that effectively reduces household plastic waste in RT 020 RW 005 through a participatory process, namely waste collection, plastic cutting, cleaning Aqua bottles, and filling with resin as an adhesive. Overall, the results of the activities contribute positively to sustainable waste management in Bangka Nekang Village, proving the wide potential for wider applications in households. However, the prototype product has the disadvantages of limited resistance to extreme loads and deformation due to the sun's heat, as well as reliance on shady storage for optimal lifespan. To overcome these shortcomings, it is recommended to strengthen the structure through natural coatings to increase durability, as well as independent training for residents of RT 020 RW 005 to be able to produce in bulk. In addition, it is hoped that residents can continue this activity in a sustainable manner to reduce scattered waste.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30