PENGGUNAAN LAHAN, DEGRADASI COMMONS, DAN RISIKO BANJIR DI INDONESIA: TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PADA BENCANA SUMATERA 2025

Penulis

  • Faisal Karim Jafar Khan Maskatie Universitas Bakrie
  • Ovalia Rukmana Universitas Bakrie

Kata Kunci:

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Tragedy Of The Commons, Degradasi Lingkungan, Eksploitasi Sumber Daya Alam, Akuntabilitas Korporasi

Abstrak

Aktivitas bisnis berbasis eksploitasi sumber daya alam memiliki keterkaitan erat dengan meningkatnya degradasi lingkungan di Indonesia, terutama ketika pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) tidak dijalankan secara substantif. Kajian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan CSR dalam mencegah kerusakan lingkungan akibat aktivitas korporasi. Fokus pembahasan diarahkan pada kontribusi aktivitas bisnis terhadap degradasi lingkungan, pola pelaksanaan CSR oleh perusahaan, serta faktor penyebab CSR belum mampu menekan dampak sosial dan ekologis yang muncul. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode yuridis normatif dan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, serta dokumen relevan terkait praktik CSR dan pengelolaan lingkungan. Perspektif tragedy of the commons digunakan sebagai kerangka analisis untuk menjelaskan kecenderungan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya bersama akibat lemahnya pengelolaan kolektif dan penegakan hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan CSR di Indonesia masih bersifat formalitas dan menekankan kepatuhan administratif serta pencitraan perusahaan. Program CSR umumnya jangka pendek, tidak berkelanjutan, dan tidak terintegrasi dengan kegiatan inti perusahaan sebagai sumber utama kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, CSR tidak dapat berdiri sendiri sebagai instrumen perlindungan lingkungan tanpa dukungan regulasi tegas, penegakan hukum konsisten, serta pengelolaan sumber daya alam yang kolektif dan berkelanjutan.

Business activities based on natural resource exploitation are closely linked to increasing environmental degradation in Indonesia, particularly when Corporate Social Responsibility (CSR) is not implemented substantively. This study examines the effectiveness of CSR in preventing environmental damage caused by corporate activities. The analysis focuses on the contribution of business practices to environmental degradation, patterns of CSR implementation, and factors limiting CSR’s capacity to mitigate social and ecological impacts. This study adopts a qualitative descriptive approach using normative juridical and conceptual methods. Data were obtained through a literature review of laws and regulations, academic studies, and relevant documents on CSR practices and environmental management. The tragedy of the commons framework is applied to explain excessive exploitation of shared resources resulting from weak collective governance and law enforcement. The findings reveal that CSR in Indonesia remains largely formalistic, emphasizing administrative compliance and corporate image-building rather than sustainability. CSR initiatives are generally short-term, lack integration with core business activities, and fail to address the root causes of environmental degradation. Consequently, CSR cannot function as a standalone environmental protection instrument without strong regulation, consistent law enforcement, and collective, sustainable natural resource governance.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30