HUBUNGAN PEMETAAN SOSIAL DAN PARTISIPASI POLITIK: KAJIAN SOSIOLOGIS TENTANG STRATEGI DAN TANTANGAN KPU KOTA KUPANG
Kata Kunci:
Pemetaan Sosial, Partisipasi Politik, KPU Kota Kupang, Sosialisasi Pemilih, Strategi KelembagaanAbstrak
Penelitian ini menganalisis hubungan antara praktik pemetaan sosial yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang dan tingkat partisipasi politik warga. Dengan pendekatan studi dokumen dan analisis kebijakan, tulisan ini mengevaluasi strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih KPU Kota Kupang, hambatan implementasi di lapangan, serta implikasinya terhadap partisipasi pemilih. Temuan menunjukkan bahwa pemetaan sosial sebagai alat identifikasi kelompok rentan dan pemilih potensial memperkuat target sosialisasi, tetapi efektivitasnya dibatasi oleh kendala sumber daya, akses informasi, dan variasi tingkat partisipasi antar-wilayah. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas data, kolaborasi aktor lokal, dan inovasi komunikasi agar pemetaan sosial berkontribusi lebih nyata pada peningkatan partisipasi politik.
This study analyzes the relationship between social mapping practices conducted by the Kupang City General Elections Commission (KPU) and the level of citizen political participation. Using a document study and policy analysis approach, this paper evaluates the KPU's voter education and outreach strategies, implementation barriers in the field, and their implications for voter participation. Findings indicate that social mapping, as a tool for identifying vulnerable groups and potential voters, strengthens outreach targets, but its effectiveness is limited by resource constraints, information access, and variations in participation levels across regions. Recommendations focus on strengthening data capacity, collaborating with local actors, and innovating communications to ensure social mapping contributes more significantly to increased political participation.


