RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS TERHADAP PEMBERIAN PUPUK N DAN PGPR DI TANAH GAMBUT

Penulis

  • Yessica Yuni Andrea Universitas Tanjungpura
  • Darussalam Universitas Tanjungpura
  • Dini Anggorowati Universitas Tanjungpura

Kata Kunci:

Jagung Manis, Pupuk N, PGPR, Tanah Gambut

Abstrak

Pengembangan jagung manis di lahan gambut menghadapi kendala karena sifat fisik dan kimia tanah yang kurang mendukung, seperti rendahnya ketersediaan hara dan tingginya daya ikat air. Perbaikan kondisi tersebut dapat dilakukan melalui pemberian pupuk nitrogen (N) dan pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi antara dosis pupuk urea dan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Gg. Hidayah, Jl. Sepakat 2 Ujung, Pontianak, dari Februari hingga Mei 2024, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah pupuk N dengan tiga taraf (100, 150, dan 200 kg/ha), sedangkan faktor kedua adalah PGPR dengan dua konsentrasi (5 dan 10 ml/L). Setiap kombinasi perlakuan diulang empat kali, dengan total 432 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pupuk urea dan PGPR terhadap tinggi tanaman 2 MST dan volume akar. Kombinasi urea 200 kg/ha dan PGPR 10 ml/L memberikan tinggi tanaman 2 MST tertinggi, sedangkan urea 200 kg/ha dan PGPR 5 ml/L menghasilkan volume akar terbesar. Pupuk urea 200 kg/ha juga berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 6 MST. Namun, pupuk urea dan PGPR, baik tunggal maupun interaksinya, tidak berpengaruh nyata terhadap variabel hasil panen.

The development of sweet corn on peatland faces challenges due to unfavorable physical and chemical soil properties, such as low nutrient availability and high water-holding capacity. These conditions can be improved through the application of nitrogen (N) fertilizer and the use of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). This study aimed to determine the interaction between urea fertilizer doses and PGPR concentrations on the growth and yield of sweet corn grown on peat soil. The research was conducted in Gg. Hidayah, Jl. Sepakat 2 Ujung, Pontianak, from February to May 2024, using a factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor was N fertilizer with three levels (100, 150, and 200 kg/ha), and the second factor was PGPR with two concentrations (5 and 10 ml/L). Each treatment combination was replicated four times, with a total of 432 plants. The results showed an interaction between urea and PGPR on plant height at 2 WAP and root volume. The combination of 200 kg/ha urea and 10 ml/L PGPR produced the highest plant height at 2 WAP, while 200 kg/ha urea with 5 ml/L PGPR generated the largest root volume. Urea at 200 kg/ha also had a significant effect on leaf number at 6 WAP. However, urea and PGPR, either individually or in interaction, did not significantly affect yield variables.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30