ANALISIS TINGKAT KETERGANTUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN KECEMASAN SOSIAL BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN
Kata Kunci:
Media Social, Ketergantungan Media Social, Kecemasan Social, Mahasiswa, Kesehatan MentalAbstrak
Penelitian ini berjudul “Analisis Tingkat Ketergantungan Pengguna Media Sosial dan Kecemasan Kecemasan Sosial Bagi Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan” Penggunaan media sosial yang semakin masif di kalangan mahasiswa telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi, interaksi sosial, serta pembentukan identitas diri. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan pertukaran informasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketergantungan apabila digunakan secara berlebihan (1). Ketergantungan media sosial ditandai dengan meningkatnya durasi penggunaan, kesulitan mengendalikan perilaku online, serta munculnya perasaan cemas ketika tidak dapat mengakses media sosial (2). Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental mahasiswa, salah satunya dalam bentuk kecemasan sosial, yaitu perasaan takut, gugup, atau tidak nyaman saat berinteraksi secara langsung dengan orang lain (3). Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan sebagai bagian dari generasi digital memiliki tingkat intensitas penggunaan media sosial yang cukup tinggi, sehingga berpotensi mengalami dampak psikologis akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan pengguna media sosial serta hubungan antara ketergantungan media sosial dengan kecemasan sosial pada mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional untuk memperoleh gambaran empiris mengenai kondisi tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa aktif Universitas HKBP Nommensen Medan. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator ketergantungan media sosial dan kecemasan sosial yang telah digunakan dalam penelitian-penelitian sebelumnya (4). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis statistik untuk mengetahui tingkat ketergantungan media sosial, tingkat kecemasan sosial, serta hubungan antara kedua variabel penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam bidang psikologi sosial dan komunikasi digital, khususnya terkait dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak universitas dalam menyusun program edukasi literasi digital dan layanan pendampingan psikologis guna mendorong penggunaan media sosial yang lebih sehat dan seimbang di kalangan mahasiswa.
The increasingly massive use of social media among university students has brought significant changes to communication patterns, social interactions, and the formation of self-identity. Social media functions not only as a medium for entertainment and information exchange but also has the potential to cause dependency when used excessively (1). Social media dependency is characterized by increased duration of use, difficulty in controlling online behavior, and feelings of anxiety when unable to access social media (2). This condition can have an impact on students’ mental health, particularly in the form of social anxiety, which refers to feelings of fear, nervousness, or discomfort during face-to-face social interactions (3). Students of Universitas HKBP Nommensen Medan, as part of the digital generation, demonstrate a relatively high intensity of social media use, making them vulnerable to psychological effects resulting from uncontrolled usage. Therefore, this study aims to analyze the level of social media dependency and examine the relationship between social media dependency and social anxiety among students of Universitas HKBP Nommensen Medan. This research employs a quantitative approach with a descriptive-correlational design to obtain empirical evidence regarding this phenomenon. Data were collected through the distribution of questionnaires to active students of Universitas HKBP Nommensen Medan. The research instruments were developed based on indicators of social media dependency and social anxiety that have been widely used in previous studies (4). The collected data were analyzed using statistical analysis techniques to determine the level of social media dependency, the level of social anxiety, and the relationship between the two research variables. The findings of this study are expected to contribute to scientific knowledge in the fields of social psychology and digital communication, particularly regarding the impact of social media use on students’ mental health. In addition, this research is expected to serve as a reference for universities in designing digital literacy education programs and psychological support services to promote healthier and more balanced social media use among students.


