HUBUNGAN ANTARA NEED FOR UNIQUENESS DENGAN IMPULSIVE BUYING PADA INDIVIDU DEWASA AWAL DI SURABAYA
Kata Kunci:
Impulsive Buying, Need For Uniqueness, Dewasa Awal, Perilaku KonsumtifAbstrak
Perilaku pembelian impulsif adalah fenomena yang umum terjadi pada individu dewasa awal dan
dipengaruhi oleh faktor psikologis internal, salah satunya adalah kebutuhan akan keunikan. Kebutuhan
akan keunikan mengacu pada motivasi individu untuk mengekspresikan keunikan dan perbedaan diri
melalui perilaku konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebutuhan
akan keunikan dan perilaku pembelian impulsif pada individu dewasa awal di Surabaya. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Jumlah partisipan dalam penelitian
ini adalah 115 individu dewasa awal berusia 20–40 tahun yang dipilih dengan teknik purposive
sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Impulse Buying Tendency Scale dan
Consumer Need for Uniqueness Scale. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson
Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara
kebutuhan akan keunikan dan perilaku pembelian impulsif (r = 0,384), yang menunjukkan bahwa
semakin tinggi dorongan individu untuk tampil unik, semakin besar pula kecenderungan untuk
melakukan pembelian secara impulsif. Temuan ini menegaskan peran kebutuhan akan keunikan
sebagai faktor psikologis yang mendorong perilaku konsumsi impulsif pada dewasa awal, serta
menunjukkan pentingnya penguatan pengendalian diri, kesadaran konsumsi, dan peran orang tua
dalam membentuk pola belanja yang lebih rasional.
Impulsive buying behavior is a phenomenon that frequently occurs among early adults and is
influenced by internal psychological factors, one of which is the need for uniqueness. The need for
uniqueness refers to an individual’s motivation to express personal distinctiveness and uniqueness
through consumption behavior. This study aims to examine the relationship between the need for
uniqueness and impulsive buying among early adults in Surabaya. The research employed a
quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 115 early adults aged 20
to 40 years, selected using purposive sampling. The research instruments included the Impulse Buying
Tendency Scale and the Consumer Need for Uniqueness Scale, and data were analyzed using Pearson
Product Moment correlation. The results revealed a significant positive relationship between the need
for uniqueness and impulsive buying (r = 0.384), indicating that a stronger drive to appear unique is
associated with a higher tendency toward spontaneous purchasing. These findings confirm the role of
the need for uniqueness as a psychological factor that drives impulsive consumption behavior among
early adults, highlighting the importance of enhancing self-control, consumption awareness, and
parental guidance in fostering rational shopping patterns.


