INKULTURASI KONSELING PASTORAL TERHADAP TRADISI MAKAN SIRIH PINANG DALAM KOMUNITAS KRISTEN DI DESA KESETNANA
Kata Kunci:
Konseling Pastoral, Inkulturasi, Tradisi Makan Sirih Pinang, Budaya Lokal, Desa KesetnanaAbstrak
Tradisi makan sirih pinang merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat Timor, termasuk komunitas Kristen di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tradisi ini tidak hanya memiliki makna sosial dan budaya, tetapi juga berhadapan dengan dinamika iman Kristen dan isu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling pastoral dalam proses inkulturasi tradisi makan sirih pinang di komunitas Kristen Desa Kesetnana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral berperan sebagai ruang dialog yang membantu jemaat memahami tradisi makan sirih pinang sebagai warisan budaya yang dapat dijalani secara selaras dengan nilai-nilai Kristen. Inkulturasi dilakukan melalui pendekatan empatik, refleksi iman, serta penyadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling pastoral memiliki peran strategis dalam menjembatani iman dan budaya, serta memperkuat identitas Kristen dan kesejahteraan jemaat.
The betel nut-eating tradition is an integral part of Timorese life, including the Christian community in Kesetnana Village, South Central Timor Regency. This tradition not only has social and cultural significance but also confronts the dynamics of Christian faith and health issues. This study aims to examine the role of pastoral counseling in the inculturation of the betel nut-eating tradition in the Christian community of Kesetnana Village. This research used a qualitative approach using in-depth interviews, observation, and documentation studies. The results indicate that pastoral counseling serves as a dialogue space that helps the congregation understand the betel nut-eating tradition as a cultural heritage that can be lived in harmony with Christian values. Inculturation is carried out through an empathetic approach, faith reflection, and awareness of the importance of maintaining health This study concludes that pastoral counseling plays a strategic role in bridging faith and culture, as well as strengthening the congregation's Christian identity and well-being.


