HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI RAWAT INAP RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025
Kata Kunci:
Diabetes Mellitus, Tingkat Stres, Kadar Gula DarahAbstrak
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Tingkat stres dapat memengaruhi pengendalian kadar gula darah pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah puasa (GDP) dan gula darah sewaktu (GDS) pada pasien DM di ruang rawat inap RSUD Sawahlunto. Penelitian menggunakan desain cross-sectional study dengan jumlah populasi 70 pasien yang menbnderita DM menggunakan meode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat stres dan pemeriksaan laboratorium untuk kadar gula darah puasa dan sewaktu. Analisis univariat dilakukan untuk distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman untuk menentukan hubungan antara tingkat stres dengan GDP dan GDS. Hasil univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres sedang (44,3%), dengan kadar gula darah puasa ≥126 mg/dL pada 81,4% responden dan gula darah sewaktu ≥200 mg/dL pada 65,7% responden. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan GDP (r = 0,518; p = 0,000) dan GDS (r = 0,551; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat stres, semakin tinggi kadar gula darah pasien DM.Tingkat stres berhubungan positif dan signifikan dengan peningkatan kadar gula darah puasa dan sewaktu pada pasien DM di RSUD Sawahlunto.Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi manajemen stres, edukasi pengendalian gula darah, dan pendampingan psikologis bagi pasien DM. konseling, serta teknik manajemen stres yang tepat, untuk mencapai kontrol glikemik yang lebih optimal dengan cara melakukan penyuluhan.
Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels. Stress levels can affect the control of blood glucose in DM patients. This study aimed to analyze the relationship between stress levels and fasting blood glucose (FBG) as well as random blood glucose (RBG) in DM patients in the inpatient ward of RSUD Sawahlunto. The research employed a cross-sectional study design with a population of 70 DM patients using a total sampling method. Data were collected using questionnaires to measure stress levels and laboratory tests for FBG and RBG. Univariate analysis was conducted to determine frequency distributions, while bivariate analysis used Spearman correlation to assess the relationship between stress levels and FBG and RBG. The univariate analysis showed that most respondents experienced moderate stress (44.3%), with 81.4% having FBG ≥126 mg/dL and 65.7% having RBG ≥200 mg/dL. Bivariate analysis revealed a significant positive correlation between stress levels and FBG (r = 0.518; p = 0.000) as well as RBG (r = 0.551; p = 0.000), indicating that higher stress levels are associated with higher blood glucose levels. Stress levels are positively and significantly associated with increases in FBG and RBG in DM patients at RSUD Sawahlunto.It is recommended that healthcare professionals provide stress management interventions, education on blood glucose control, and psychological support for DM patients. Counseling and appropriate stress management techniques are also suggested to achieve better glycemic control.


