GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025

Penulis

  • Tuty Rahmi Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Intan Suri Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Sri Hayulita Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Kata Kunci:

Kecemasan, Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisis, Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS)

Abstrak

Kecemasan merupakan salah satu kondisi psikologis yang sering dirasakan oleh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Gagal ginjal kronis adalah penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang yaitu dengan terapi hemodialisis. Kecemasan jika tidak diperhatikan dan dikelola dengan baik akan memperburuk kondisi pasien itu sendiri. Penelitian yang dilakukan di RSUD Sawahlunto tahun 2025 bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah respoden yang memenuhi kriteria inklusi dan sedang menjalani hemodialisis yaitu sebanyak 38 orang responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dalam rentang usia dewasa awal (41-59 tahun) sebanyak 50%, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (57,9%), pendidikan terbanyak SMA (50%), pekerjaan terbanyak Ibu Rumah Tangga (31,6%), seluruh responden (100%) telah menikah, dan mayoritas (94,7%) pasien yang menjalani hemodialisis lebih dari 6 bulan. Hasil tingkat kecemasan pasien sebanyak 65,8% dari responden mengalami kecemasan ringan, 23,7% kecemasan sedang dan 10,5 % mengalami kecemasan berat tanpa ada kecemasan berat sekali. Oleh karena itu perlunya perhatian terhadap kondisi psikologis pasien terutama dalam menilai dan menangani kecemasan sedini mungkin guna mendukung kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.

Anxiety is frequently encountered as a psychological issue among individuals diagnosed with chronic kidney disease (CKD) who are undergoing hemodialysis treatment. As a chronic condition, CKD necessitates continuous medical management, most often in the form of hemodialysis. When anxiety is left unaddressed, it can negatively affect both the patient’s condition and their quality of life. This research, which employed a descriptive quantitative approach, was conducted at Sawahlunto Regional Public Hospital (RSUD Sawahlunto) in 2025 to assess the anxiety levels of CKD patients undergoing hemodialysis. A total of 38 participants who met the established inclusion criteria and were actively receiving hemodialysis took part in the study. Data collection was carried out through interviews using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). The study revealed that half of the participants were aged between 41 and 59 years, the majority were female (57.9%), 50% had completed high school, 31.6% were housewives, all were married, and most (94.7%) had been on hemodialysis for over six months. In terms of anxiety levels, 65.8% exhibited mild anxiety, 23.7% moderate anxiety, and 10.5% severe anxiety, with no participants experiencing extreme anxiety or panic levels. These outcomes underline the necessity of paying attention to the mental health of CKD patients, particularly through early detection and management of anxiety, in order to enhance their quality of life throughout the course of long-term hemodialysis therapy.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28