STUDI PERENCANAAN SISTEM IRIGASI TERSIER GUNA MENDUKUNG PRODUKTIFITAS TANAMAN PADI DI DUSUN SERANG KECAMATAN BUNGIN KABUPATEN ENREKANG

Penulis

  • Aldi Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Inarmiwati Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Gusniyati Buhari Universitas Muhammadiyah Enrekang

Kata Kunci:

Irigasi Tersier, Debit Andalan, Evapotranspirasi, Hidrologi, Hidrolika

Abstrak

Lahan pertanian di Dusun serang Kecamatan Bungin Kabupaten Enrekang, area persawahannya memanfaatkan jaringan irigasi air permukaan menggunakan air dari sungai dan melalui irigasi sehingga air dapat sampai ke areal persawahan. Agar jaringan irigasi tersebut dapat digunakan sesuai dengan fungsinya, maka diperlukan adanya pengelolaan jaringan irigasi yang efektif dan efisien. Pengelolaan jaringan irigasi akan mempengaruhi sistem pemberian air pada petak-petak sawah dan tingkat pelayanan irigasi yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem irigasi tersier dalam rangka meningkatkan ketersediaan air dan produktivitas tanaman padi di Dusun Serang, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang. Berdasarkan hasil analisis hidrologi dan klimatologi, kebutuhan air bersih di sawah untuk tanaman padi diperoleh sebesar 0,91 L/detik/ha dengan total kebutuhan air irigasi sebesar 7,04 L/detik. Kebutuhan air di saluran tersier mencapai 8,448 L/detik atau setara 0,008 m³/detik, sedangkan kebutuhan air maksimum pada musim tanam padi (MT-1) mencapai 0,084 m³/detik, dan pada palawija (MT-2) sebesar 0,009 m³/detik, serta 0,0005 m³/detik untuk MT-3 . Hasil perhitungan menunjukkan bahwa debit rencana saluran tersier adalah 0,044 m³/detik dengan total kebutuhan distribusi air sebesar 30,581 L/detik setelah pembagian debit Q = 50% dari Qmax . Perencanaan hidrolika menghasilkan dimensi saluran trapesium dengan lebar dasar 0,46 m, tinggi aliran 0,06 m, kemiringan talud 1:1, dan lebar atas 0,58 m, dengan luas penampang 0,031 m² dan keliling basah 0,629 m . Hasil tersebut membuktikan bahwa sistem irigasi tersier yang direncanakan mampu mengalirkan debit rencana secara efektif serta dapat mengurangi risiko banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan jaringan irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan di wilayah Dusun Serang.

Agricultural land in Serang Hamlet, Bungin District, Enrekang Regency, utilizes a surface water irrigation network, using water from rivers and irrigation channels to reach the rice fields. To ensure the irrigation network's intended use, effective and efficient management is essential. This management will impact the water supply system to the rice fields and the level of irrigation services received by farmers. This study aims to design a tertiary irrigation system to increase water availability and rice productivity in Serang Hamlet, Bungin District, Enrekang Regency. Based on the results of hydrological and climatological analyses, the clean water requirement in rice fields for rice plants is 0.91 L/second/ha, with a total irrigation water requirement of 7.04 L/second. The water requirement in the tertiary channel reaches 8,448 L/second or equivalent to 0.008 m³/second, while the maximum water requirement in the rice planting season (MT-1) reaches 0.084 m³/second, and in secondary crops (MT-2) is 0.009 m³/second, and 0.0005 m³/second for MT-3. The calculation results show that the planned discharge of the tertiary channel is 0.044 m³/second with a total water distribution requirement of 30,581 L/second after dividing the discharge Q = 50% of Qmax. The hydraulic design resulted in a trapezoidal channel with a base width of 0.46 m, a flow height of 0.06 m, a 1:1 embankment slope, and a top width of 0.58 m, with a cross-sectional area of 0.031 m² and a wetted perimeter of 0.629 m². These results demonstrate that the planned tertiary irrigation system is capable of delivering the planned discharge effectively and reducing the risk of flooding during the rainy season and drought during the dry season. This research is expected to serve as a reference for the development of a more efficient and sustainable irrigation network in the Serang Hamlet area.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28