HUBUNGAN SUPERVISI DENGAN PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SAWAHLUNTO TAHUN 2025

Penulis

  • Trisyana Frana Devy Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Sri Hayulita Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Marlina Andriani Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Kata Kunci:

Supervisi Keperawatan, Pendokumentasian, Asuhan Keperawatan

Abstrak

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian integral dari praktik keperawatan karena berfungsi sebagai bukti tertulis proses asuhan, sarana komunikasi antar tenaga kesehatan, sekaligus memiliki nilai hukum dan etika. Dokumentasi yang lengkap, akurat, dan sesuai standar mencerminkan mutu pelayanan keperawatan serta menjamin kesinambungan asuhan pasien. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa kelengkapan dokumentasi masih menjadi masalah di berbagai rumah sakit, termasuk RSUD Sawahlunto, sehingga berpotensi menurunkan mutu pelayanan. Salah satu faktor yang diyakini memengaruhi mutu dokumentasi adalah supervisi keperawatan, di mana kepala ruangan atau manajer keperawatan memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan, pengarahan, dan pemantauan terhadap perawat pelaksana agar pendokumentasian berjalan sesuai prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan supervisi dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di instalasi rawat inap RSUD Sawahlunto tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh perawat pelaksana di delapan ruang rawat inap yang berjumlah 86 orang, dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa sebagian besar perawat menilai supervisi terlaksana dengan baik (84,9%) dan mayoritas melaksanakan pendokumentasian dengan baik (68,6%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p < 0,001 dengan Odds Ratio 6,875 (CI 95%: 1,9–24,2) yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara supervisi dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik supervisi keperawatan, maka semakin baik pula kualitas pendokumentasian yang dihasilkan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit perlu meningkatkan konsistensi supervisi melalui evaluasi berkala dan penguatan standar operasional prosedur (SOP) untuk mendukung mutu pelayanan keperawatan secara berkesinambungan.

Nursing care documentation is an integral part of nursing practice as it serves as written evidence of the care process, a medium of communication among health professionals, and also carries legal and ethical value. Complete, accurate, and standardized documentation reflects the quality of nursing services and ensures continuity of patient care. However, phenomena in the field show that the completeness of documentation remains a challenge in many hospitals, including Sawahlunto Regional Hospital, which may potentially reduce the quality of care. One of the factors believed to influence documentation quality is nursing supervision, in which ward heads or nurse managers play a vital role in providing guidance, direction, and monitoring to ensure that staff nurses perform documentation according to established procedures. This study aimed to determine the relationship between supervision and the implementation of nursing care documentation in the inpatient wards of Sawahlunto Regional Hospital in 2025. This research applied a quantitative correlational design with a population consisting of 86 staff nurses across eight inpatient wards, with data collected using questionnaires. Data were analyzed using the Chi-Square test, revealing that most nurses perceived supervision as well implemented (84.9%) and the majority performed nursing care documentation adequately (68.6%). The Chi-Square test result showed p < 0.001 with an Odds Ratio of 6.875 (95% CI: 1.9–24.2), indicating a significant relationship between supervision and nursing care documentation. The conclusion of this study is that the better the supervision provided, the better the quality of documentation produced. Therefore, hospitals are encouraged to strengthen the consistency of supervision through regular evaluation and reinforcement of standard operating procedures (SOP) to support sustainable improvements in nursing service quality.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28