PANCASILA DI TENGAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN MEDIA SOSIAL
Kata Kunci:
Pancasila, Teknologi, Media Sosial, Etika Digital, Analisis KebahasaanAbstrak
Artikel ini membahas relevansi dan tantangan implementasi nilai-nilai Pancasila di era digital, khususnya di tengah masifnya perkembangan teknologi dan media sosial. Teknologi di satu sisi menawarkan kemudahan konektivitas, namun di sisi lain menjadi celah bagi penyebaran hoaks, polarisasi, dan degradasi moral yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan studi kasus pada pemberitaan media daring. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggaran etika bermedia sosial sering kali dibarengi dengan rendahnya pemahaman tata bahasa yang baik dan benar, yang mencerminkan penurunan kedisiplinan nilai kultural. Artikel ini menekankan pentingnya literasi digital berbasis Pancasila sebagai filter dalam menyerap informasi dan berinteraksi di ruang publik virtual.
This article discusses the relevance and challenges of implementing Pancasila values in the digital era, particularly amidst the massive development of technology and social media. On one hand, technology offers ease of connectivity; on the other, it creates loopholes for the spread of hoaxes, polarization, and moral degradation that contradict the national identity. The method used is descriptive analysis with a case study of online media reporting. The results of the analysis indicate that violations of social media ethics are often accompanied by a low understanding of proper grammar, reflecting a decline in the discipline of cultural values. This article emphasizes the importance of Pancasila-based digital literacy as a filter for absorbing information and interacting in the virtual public sphere.


