RABB AN-NĀS: MENEMUKAN TUHAN YANG MELINDUNGI SEMUA MANUSIA

Penulis

  • Agam Rahmat Syah Putra STAI Sadra
  • Hasyim Adnani STAI Sadra

Kata Kunci:

Rabb An-Nās, Ulūhiyyah, Quraish Shihab, Surah An-Nās, Tauhid Sosial

Abstrak

Penelitian ini membahas penafsiran M. Quraish Shihab terhadap konsep Rabb an-Nās (Tuhan Pemelihara Manusia) dalam Surah An-Nās serta kaitannya dengan prinsip ulūhiyyah (pengesaan Allah dalam ibadah). Latar belakang penelitian ini adalah maraknya fenomena intoleransi di Indonesia yang seringkali berakar dari pemahaman tauhid yang sempit dan tekstual. Quraish Shihab dipilih karena pendekatan tafsirnya yang kontekstual, moderat, dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang plural. Surah An-Nās dipilih karena mengandung pesan tauhid yang tidak hanya bersifat vertikal (hubungan manusia dengan Tuhan), tetapi juga horizontal (implikasi sosial). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif melalui studi pustaka (library research). Data primer diambil dari karya Quraish Shihab, terutama Tafsir Al-Mishbah dan Wawasan Al-Qur'an, sedangkan data sekunder meliputi literatur lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quraish Shihab menafsirkan Rabb an-Nās sebagai Tuhan yang memelihara, mengatur, dan mendidik manusia secara holistik. Konsep ini tidak hanya menegaskan aspek rubūbiyyah (kekuasaan Allah), tetapi juga mengarah pada ulūhiyyah, yaitu pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Penafsiran ini memiliki implikasi teologis dan sosial, seperti penekanan pada toleransi, harmoni sosial, dan perlindungan dari godaan batin (waswas) yang dapat merusak tauhid. Kesimpulannya, penafsiran Quraish Shihab atas Surah An-Nās menawarkan pemahaman tauhid yang dinamis, menggabungkan dimensi spiritual dan sosial. Hal ini menjadi solusi bagi tantangan intoleransi dengan mengedepankan nilai-nilai inklusivitas dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.

This study examines M. Quraish Shihab’s interpretation of the concept of Rabb an-Nās (God, the Sustainer of Mankind) in Surah An-Nās and its relationship to the principle of ulūhiyyah (the oneness of God in worship). The background to this research is the widespread phenomenon of intolerance in Indonesia, which is often rooted in a narrow and textual understanding of tawhid. Quraish Shihab was chosen because of his contextual, moderate, and relevant interpretation approach to the social life of pluralistic Indonesian society. Surah An-Nās was chosen because it contains a message of tawhid that is not only vertical (human relationship with God) but also horizontal (social implications). This study uses a qualitative method with an analytical-descriptive approach through library research. Primary data are drawn from Quraish Shihab’s works, particularly Tafsir Al-Mishbah and Wawasan Al-Qur’an, while secondary data include other relevant literature. The results show that Quraish Shihab interprets Rabb an-Nās as God who sustains, regulates, and educates humanity holistically.  This concept not only emphasizes the aspect of rubūbiyyah (God’s sovereignty) but also leads to ulūhiyyah, the recognition that only God has the right to be worshipped. This interpretation has theological and social implications, such as emphasizing tolerance, social harmony, and protection from inner temptations (waswas) that can undermine tawhid. In conclusion, Quraish Shihab’s interpretation of Surah An-Nās offers a dynamic understanding of tawhid, combining spiritual and social dimensions. This provides a solution to the challenge of intolerance by prioritizing the values of inclusivity and balance between human relationships with God and with others.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29